Self-Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal Indonesia menyerahkan bantuan CSR berupa ambulans laut kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Sebelumnya sudah dilakukan serah terima 4 (empat) ambulans laut kepada GUSDURian Peduli di Banyuwangi.
SRO Pasar Modal Indonesia terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kegiatan corporate social responsibility (CSR) dalam rangka memperingati 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia) juga didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bantuan ambulans laut yang dilengkapi peralatan medis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia sekaligus menjabat sebagai Direktur KSEI Syafruddin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Pelabuhan Gresik, Sabtu (23/04) pagi.
Turut hadir Deputi Direktur Pengembangan Sistem Informasi Pasar Modal OJK Gustaf Rajagukguk, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur, Mohammad Eka Gonda Sukmana, Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko BEI Fithri Hadi, Wakil Ketua HUT ke-44 sekaligus menjabat sebagai Direktur KPEI Iding Pardi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Husna.
Syafruddin sambutannya menyampaikan, seiring dengan makin meredanya Pandemi COVID-19 di Indonesia, bentuk kegiatan CSR Pasar Modal diarahkan dalam bentuk dukungan layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan tidak saja untuk pencegahan dan penanganan COVID-19, namun juga yang lebih umum dan berjangka lebih panjang.
“Pengadaan alat kesehatan, baik dalam bantuk ambulans darat maupun ambulans laut yang kita serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik hari ini kami harapkan dapat mendukung layanan kesehatan kepada masyarakat yang lebih baik dan menjangkau hingga ke pelosok termasuk juga bagi masyarakat yang tinggal di kepulauan,” kata Syafruddin.
Ambulans laut tersebut akan digunakan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mempermudah akses kesehatan masyarakat di Kepulauan Bawean. Kepulauan Bawean adalah pulau yang terletak di Laut Jawa berlokasi sekitar 120 km sebelah utara Gresik.
Memiliki jumlah penduduk sebanyak 84.842 jiwa, angka kematian ibu pada tahun 2021 di wilayah tersebut meningkat 50%, dibandingkan tahun 2020. Sedangkan, jumlah kematian bayi di kepulauan tersebut mencapai 28 bayi selama 2 tahun terakhir.
Rujukan pasien hanya dapat dilakukan melalui penyeberangan laut menggunakan kapal penumpang. Kondisi semakin sulit jika ternyata rujukan perlu dilakukan segera karena harus menyesuaikan dengan jadwal kapal penyeberangan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terimakasih kepada Pasar Modal Indonesia atas perhatian dan dukungannya terhadap masyarakat Kabupaten Gresik. Ambulans laut ini sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat Gresik yang berada di Kepulauan Bawean dimana kondisi lokasi yang sangat terbatas dengan sekitar 300 Kepala Keluarga.
Ketersediaan ambulans laut menjadi solusi untuk mengatasi hambatan rujukan kondisi gawat darurat, terutama rujukan bagi ibu hamil dan bersalin. “Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyebrangan dari Kepulauan Gili ke Kepulauan Bawean sekitar 20 menit, belum lagi ada tambahan waktu untuk menuju ke daerah kota,” kata Fandi.
Pemberian ambulans laut merupakan pemberian bantuan kedua setelah sebelumnya Pasar Modal Indonesia melakukan dukungan 60 ribu dosis vaksin untuk Kabupaten Gresik.
Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur Mohammad Eka Gonda Sukmana menyampaikan OJK bersama regulator Pasar Modal Indonesia lainnya bekerjasama dengan pemerintah untuk menanggulangi dampak dari COVID-19 supaya dapat recover together dan recover stronger.
Hal ini sekaligus untuk meningkatkan penganggulangan kondisi masyarakat untuk kebutuhan medis, terutama masyarakat kepulauan.
“Selain memberikan bantuan, kami juga mengharapkan masyarakat di Jawa Timur juga dapat lebih mengenal Pasar Modal Indonesia karena tingkat literasi tentang pasar modal masih rendah dibandingkan industri perbankan, asuransi maupun perusahaan pembiayaan,” kata Eka. Lebih lanjut Eka menekankan pentingnya edukasi mengenai investasi supaya tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal. (ita)

