Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Dukung Pengembangan Stem Cell Unair

Dukung Pengembangan Stem Cell Unair

KESEHATAN redaksi30/07/2022 - 14:00 WIB

Stem cell atau sel punca merupakan teknologi pengobatan mutakhir yang aplikasi dan risetnya masih minim di Indonesia. Pada Selasa (26/07) Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Webinar dan Workshop Stem Cell Batch ke-17.

Mengangkat topik Multidicipline Approach of Stem Cell Therapy, webinar tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Ir Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Komite Sel Punca Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Dr Amin Soebandrio.

Menyambut para narasumber dan undangan yang hadir, Rektor UNAIR Prof Mohammad Nasih mengungkapkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu memiliki dua sisi yang berlawanan. Ia mengingatkan, di samping banyaknya manfaat medis yang bisa diberikan oleh pengembangan teknologi sel punca, juga diiringi oleh resiko terkait dengan keamanan, efikasi, dan etik.

Oleh karena itu, Prof Nasih mengharapkan kolaborasi yang sinergis banyak pihak dan disiplin ilmu dalam pengembangan teknologi sel punca guna menekan tingkat resiko yang ditimbulkan.

“Setidaknya kita bisa mengurangi tingkat resiko menjadi sebanding dengan manfaat yang diberikan apabila sel punca ini nantinya dapat menjadi layanan kesehatan di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Menkes Budi menjelaskan bahwa Kemenkes RI merespon positif adanya upaya pengembangan teknologi sel punca. Ia menjelaskan bahwa upaya pengembangan teknologi sel punca ini sejalan dengan enam transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kemenkes salah satunya transformasi teknologi kesehatan.

“Melalui adanya pandemi, Kemenkes menyadari bahwa diperlukan adanya transformasi terhadap sistem kesehatan Indonesia khususnya peningkatan teknologi kesehatan. Oleh karena itu, adanya teknologi baru akan selalu kami respon dengan penuh keterbukaan,” jelasnya.

Perihal pengembangan sel punca, Menkes Budi menekankan dalam pelaksanaannya nanti harus memenuhi standar riset yang baku. Selain itu, dalam pengembangan sel punca juga harus memperhatikan keamanan (safety) serta efikasi dari aplikasi sel punca nantinya.

“Karena kami berkewajiban untuk menjamin supaya pengembangan teknologi sel punca harus didasarkan pada evidence based dan proses scientific yang sesuai standar sehingga dampak negatif yang ditimbulkan bisa diminimalisir,” tegas Menkes Budi.

Melanjutkan penyampaiannya, Menkes Budi menjamin bahwa Kemenkes RI siap mendukung penuh pengembangan teknologi sel punca. Ia menjelaskan bahwa Kemenkes akan segera memformulasikan program untuk riset sel punca sehingga lebih transparan dan formal.

“Jika nanti memang apabila dari riset sudah sesuai dengan prosedur dan etik yang yang ada serta hasil health assessment juga dikatakan layak, maka adopsi teknologi sel punca sebagai layanan kesehatan Indonesia bisa segera diwujudkan,” terangnya. (ita)

Menkes Dukung Pengembangan Stem Cell
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Comments are closed.

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.