Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Pengolahan Limbah B3 di PIER Pasuruan

Pengolahan Limbah B3 di PIER Pasuruan

PEMERINTAHAN redaksi29/06/2024 - 12:00 WIB

Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin meninjau Pabrik PT. Prada Tanara Pratama (PTP) yang merupakan pabrik pengolahan limbah B3 di Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kabupaten Pasuruan, Kamis (27/06).

PT. Prada Tanara Pratama ini, kata Pj. Gubernur Adhy, menjadi pabrik baru pengolahan limbah B3 yang memiliki luas sekitar 3500 meter persegi. Pabrik ini juga masuk ke dalam skala perusahaan nasional. Perusahaan ini memiliki kantor di Jakarta dan Jawa Timur, dan hanya bekerja sama dengan SIER Surabaya sebagai induk dari PT. PIER Pasuruan.

Pj. Gubernur Adhy mengatakan, PT. Prada Tanara Pratama dibangun sejak bulan Maret 2023. Saat ini pembangunan mencapai 60 persen. Diproyeksikan pada bulan Agustus 2024 mendatang sudah mulai beroperasi.

“Semoga pada Agustus 2024 mendatang, Pabrik ini bisa beroperasi dan menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Jatim dan Pasuruan,” jelasnya.

Nantinya, keberadaan PTP akan menjadi fasilitas pengolahan limbah dengan metode insenerasi. Untuk diketahui, insenerasi sendiri adalah teknik menguapkan kandungan air dalam sampah menjadi sampah/limbah kering yang ada di PT. PIER Pasuruan.

Dalam kesempatan ini juga, Pj. Gubernur Adhy mengungkapkan bahwa Jatim merupakan provinsi dengan tingkat kemudahan berbisnis tertinggi dengan tingkat daya saing tinggi setelah DKI Jakarta.

Provinsi Jatim, lanjut Adhy, memiliki kawasan industri yang mendukung peningkatan realisasi investasi dan juga berpotensi meningkatkan penciptaan lapangan kerja.

Bahkan, Jatim memilik kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai contoh KEK Singhasari Malang, KEK JIIPE Gresik, Kawasan Industri PIER, Kawasan Industri Halal Sidoarjo.

“Semoga kehadiran PTP ini di Pasuruan akan memperkuat sektor indutri di Jatim terutama memberikan manfaat bagi pengolahan limbah B3 di Jatim serta menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar,” tutupnya.

Seusai meninjau, Wapres Ma’ruf Amin mengapresiasi, keberadaan Pabrik Pengolahan Limbah atau Sampah yang ada di PIER. Menurutnya, pengolahan Limbah atau Sampah industri merupakan hal penting terutama B3.

“Beberapa waktu lalu isue sampah menjadi isue penting dan saat ini pemerintah mendorong tempat tempat pengolahan sampah atau limbah,” ungkapnya.

Wapres berharap, pengolahan sampah atau limbah B3 diharapkan masih bisa berada di kawasan industri. Jangan sampai limbah B3 ini berada di luar area industri.

“Saya mengapresiasi kawasan ini yang terbagi dalam tiga jenis yakni sampah limbah, sampah cair dan B3. Ke depan area kawasan sampah akan diperluas lagi sampai di Ngawi,” terangnya.

Wapres berpesan bahwa pengelolaan sampah atau limbah harus terintegrasi dalam kawasan industri sehingga tidak ada persoalan lingkungan.

“Saya kira persoalan lingkungan ini menjadi perhatian pemerintah terutama pembangunan SDG’s sekaligus komitmen menurunkan emisi karbon,” tutupnya. (ita)

PIER Pasuruan
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.