Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
  • Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga
  • Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran
  • Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
  • UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Produsen Semen Terbesar di Asean

Produsen Semen Terbesar di Asean

EKONOMI BISNIS redaksi04/07/2024 - 14:00 WIB

Indonesia terus memantapkan posisinya sebagai salah satu produsen semen terbesar di Asean (Asia Tenggara). Di tengah pertumbuhan industri yang pesat, langkah-langkah inovatif menuju keberlanjutan dan dekarbonisasi menjadi fokus utama. Bagaimana langkah-langkah ini mempengaruhi industri semen dan perekonomian nasional?

Dengan total kapasitas produksi mencapai 120 juta ton per tahun, Indonesia kini menjadi salah satu produsen semen terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan infrastruktur yang masif di seluruh dunia mendorong pertumbuhan besar dalam produksi semen, dengan proyeksi pertumbuhan industri ini mencapai USD410,86 miliar pada 2024 menurut The Business Research Company.

Industri semen di Indonesia menunjukkan kekuatan dan perannya yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pasar semen domestik tumbuh sebesar 3,6% dengan peningkatan pasar semen kantong sebesar 0,1% dan pasar semen curah sebesar 13,3%.

Namun, meski permintaan tinggi, kapasitas produksi yang besar dari 16 perusahaan semen menyebabkan kelebihan pasokan. Pada 2023, kebutuhan semen nasional mencapai 66,8 juta ton, sementara industri semen di Indonesia juga mengekspor 1,4 juta ton semen dan 9,7 juta ton klinker. Utilisasi industri semen saat ini berada pada sekitar 58%, mencerminkan overcapacity yang signifikan.

Menanggapi kapasitas produksi yang berlebih, Kementerian Perindustrian telah mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memasukkan investasi baru di industri semen ke dalam daftar negatif investasi. Tujuannya adalah mengatur ketentuan teknis dan nonteknis pembangunan pabrik semen agar tidak terjadi kelebihan kapasitas lebih lanjut.

Kementerian Investasi/BKPM sudah mengatur ini melalui sistem online single submission (OSS) dengan pengecualian untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Kementerian Perindustrian juga mendorong optimalisasi penggunaan semen dalam negeri untuk mendukung proyek pemerintah dan swasta, meningkatkan konsumsi semen domestik yang merupakan indikator pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Perindustrian memacu produsen semen untuk melakukan perbaikan berkelanjutan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif dan meningkatkan daya saing. Salah satu inisiatif adalah menerapkan dekarbonisasi industri dan menghasilkan produk semen ramah lingkungan untuk mencapai net zero emission (NZE) di masa depan.

Peta jalan dekarbonisasi industri semen telah disusun untuk mencapai NZE pada 2050. Fokus strategi ini mencakup penurunan rasio klinker terhadap semen, peralihan ke bahan bakar alternatif, efisiensi energi, dan pengembangan teknologi inovatif.

Untuk memperkuat legalitas peta jalan ini, Kementerian Perindustrian berencana meningkatkan peta jalan tersebut menjadi Peraturan Menteri Perindustrian, memberikan landasan bagi produsen semen di Indonesia untuk mengembangkan peta jalan dekarbonisasi masing-masing.

“Kami bertekad menjalankan komitmen terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan dengan menyusun regulasi terkait dekarbonisasi industri untuk mencapai net zero emission pada 2050,” kata Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam Kementerian Perindustrian Putu Nadi Astuti.

Dengan langkah-langkah itu, industri semen Indonesia diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga bersaing di pasar global dengan produk yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (indonesia.go.id)

Semen
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Comments are closed.

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.