Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Kisah Sukses Alumni Asrama Bibit Unggul

Kisah Sukses Alumni Asrama Bibit Unggul

KOMUNITAS redaksi31/08/2024 - 11:00 WIB

Asrama Bibit Unggul telah resmi diluncurkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Senin (26/08). Asrama yang berlokasi di Jl. Villa Kalijudan Indah XV/Kav. 2-4 Surabaya tersebut, dirancang untuk mencetak generasi emas dari keluarga tidak mampu.

Namun tahukah anda? Jika Asrama Bibit Unggul sebenarnya telah dicetuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak zaman Wali Kota Soenarto Soemoprawiro. Satu di antara alumni angkatan pertama Asrama Bibit Unggul adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati.

Perempuan yang lekat disapa Febri itu pun berbagi kisah inspiratif tentang bagaimana program ini telah mengubah hidupnya secara drastis.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota. Kalau dulu tidak ada program Bibit Unggul dari pemerintah kota, mungkin saat itu saya tidak menjadi apa-apa sampai sekarang,” ujar Febri dengan penuh syukur, Kamis (29/08).

Febri pun menceritakan masa lalunya yang tidak mudah. Ayahnya yang hanya seorang sopir taksi, mengalami kesulitan untuk membiayai sekolah. Namun, keberuntungan datang ketika Pemkot Surabaya memperkenalkan program beasiswa Bibit Unggul bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.

“Bapakku itu dulu sopir taksi. Karena pada saat itu bapakku sudah tidak bisa membiayai sekolah, kok ada sambutan dari pemerintah kota membuat Asrama Bibit Unggul,” kenang Febri.

Nah, berkat rekam jejak prestasi akademik yang baik di sekolah, sehingga guru-gurunya mengusulkan Febri mengikuti seleksi program beasiswa Bibit Unggul. “Alhamdulillah akhirnya saya lolos,” ujar wanita kelahiran Surabaya, 11 Februari 1976 tersebut.

Program Bibit Unggul mengambil siswa-siswi dari keluarga tidak mampu namun memiliki nilai rapor yang memenuhi kriteria. Febri pun berhasil melewati seleksi dan berkesempatan melanjutkan pendidikan di Universitas Airlangga (Unair). “Saya tidak terpikir saat itu bisa kuliah, kalau itu (program Bibit Unggul) tidak ada, saya tidak sampai kuliah,” katanya.

Selama masa kuliah, Febri menjalani pembinaan di Asrama Bibit Unggul selama kurang lebih tiga tahun hingga akhirnya lulus. Setelah itu, peluang kembali menghampirinya ketika ada rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Febri mencoba peruntungan dan berhasil lolos seleksi PNS.

“Dulu saat kuliah semester awal sudah masuk Asrama Bibit Unggul, kurang lebih 3 tahunan sampai lulus. Setelah lulus kebetulan ada rekrutmen PNS, kemudian saya melamar dan Alhamdulillah lolos,” tuturnya.

Febri merupakan alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unair. Pilihannya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri, didasari oleh kesadaran bahwa ia harus mempertahankan beasiswa yang diberikan oleh Pemkot Surabaya.

“Aku sampai berpikir saat memilih perguruan tinggi, aku tidak akan memilih perguruan tinggi yang sulit karena aku harus mempertahankan beasiswa ini,” jelasnya.

Febri mengakui bahwa program Bibit Unggul adalah estafet yang mengantarkannya pada kesuksesan. Tanpa program tersebut, besar kemungkinan ia tidak akan bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kalau saya tidak masuk negeri, beasiswaku terputus. Alhamdulillah Allah masih memberikan izin semua dan pemerintah kota support,” terangnya.

Sementara dalam peresmian, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajrihatin menjelaskan, saat ini ada 138 anak yang mengikuti program pendidikan “1 Keluarga 1 Sarjana” di Asrama Bibit Unggul. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah. “Kami berharap asrama ini dapat mencetak generasi muda yang luar biasa,” kata Anna.

Ia menyebut jika Pemkot Surabaya telah menyediakan berbagai fasilitas di Asrama Bibit Unggul. Sejumlah fasilitas itu di antaranya adalah ruang pembelajaran, ruang kreasi, ruang makan hingga lapangan futsal dan basket.

“Anak-anak yang tinggal di Asrama Bibit Unggul juga kami beri kesempatan untuk mengembangkan bakat. Mulai dari musik, melukis dan berbagai kegiatan kreatif lainnya,” katanya.

Anna menambahkan bahwa Asrama Bibit Unggul menjadi pusat kegiatan bagi anak-anak. Selama di asrama, anak-anak akan mendapatkan pembinaan baik pendidikan akademik maupun non-akademik.

“Asrama Bibit Unggul juga menjadi tempat untuk membentuk jiwa dan empati anak-anak dalam mewujudkan generasi yang hebat,” pungkas Anna. (ita)

asrama bibit unggul
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.