Destinasi wisata baru Kota Surabaya, yakni Offroad Hutan Cemara, Taman Hutan Raya (Tahura), Pakal diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan dibuka untuk umum mulai Minggu (22/06). Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Rini Indriyani langsung mencoba trek offroad.
Bahkan, ia mengemudikan langsung mobil Jeep untuk offroad. “Luar biasa, offroad-nya ini medannya lebih menantang, lebih mantap dibandingkan waktu saya mencoba pertama kali,” ujar Eri Cahyadi didampingi Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengcab Surabaya Sutopo.
Eri menyampaikan terima kasih kepada kepada IOF Pengcab Surabaya yang telah mendukung dan berkontribusi penuh dalam mewujudkan wisata offroad di kawasan Hutan Cemara, Tahura, Pakal.
“Mulai hari ini untuk seluruh warga Surabaya juga seluruh wisatawan yang akan datang ke Kota Pahlawan jangan lupa offroad di Hutan Cemara, Pakal, pasti ketagihan,” ajaknya.
Menurutnya, sensasi offroad ini bisa dicoba oleh semua kalangan karena didukung fasilitas yang lengkap. Bagi pemula yang ingin mencoba mengemudikan mobil sendiri, disediakan pendampingan dari anggota komunitas IOF.
Selain pengalaman offroad yang menegangkan, pengunjung juga disuguhi fasilitas pendukung yang nyaman. Di antaranya area ganti baju yang bersih, kamar mandi, serta perlindungan asuransi untuk setiap aktivitas offroad. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi pengunjung dalam menikmati petualangan.
“Ada offroad itu sudah berbayar itu termasuk dengan ketika dia selesai offroad maka dia langsung makan di tempat yang sudah kita sediakan. Ada tempatnya, nanti juga bisa bakar-bakar ikan,” jelas Eri.
Dalam kesempatan itu, Eri juga menegaskan bahwa pengembangan wisata ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya komunitas. “Surabaya itu dibangun bukan oleh pemerintahnya. Tapi Surabaya itu dibangun oleh masyarakatnya juga, salah satunya adalah komunitas,” tegasnya.
Pengelolaan wisata offroad ini sepenuhnya dipercayakan kepada komunitas IOF Pengcab Surabaya bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya. “Kalau komunitas yang pegang, maka akan jauh lebih inovatif dan lebih bagus dalam pengembangannya,” imbuhnya.
Ia berharap wisata offroad Hutan Cemara Pakal dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa berbeda saat berkunjung ke Surabaya.
“Jadi di Surabaya ini tidak hanya wisata Mal, tapi juga ada wisata menarik lainnya seperti offroad yang bisa dicoba. Ini semakin membuktikan bahwa Surabaya dibangun bukan oleh pemerintah, tapi kolaborasi dengan masyarakat terutama komunitasnya,” tandasnya.
Pendaftaran pengunjung dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi di dkpp.surabaya.go.id/offroadhutancemarapakal. Harga paket bervariasi, mulai dari Rp 120.000 untuk pengunjung dengan mobil pribadi (setelah verifikasi dari IOF) hingga Rp 235.000 untuk penggunaan mobil yang disediakan oleh pengelola.
Di luar wisata offroad, pengunjung juga dapat menikmati Tahura Pakal secara mandiri, termasuk menjelajahi keindahan hutan, mencicipi kuliner lokal dan berkemah. Biaya masuk kawasan Tahura Pakal hanya Rp 5.000 per orang. (ita)

