Taman Harmoni akhirnya diresmikan dan dibuka kembali untuk umum. Taman yang terletak di kawasan Keputih Tegal Timur, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo itu, diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pada Sabtu (03/08) pagi.
Dalam kesempatan ini, Eri Cahyadi mengatakan, Taman Harmoni memiliki konsep berbeda dari sebelumnya. Tema yang diusung taman ini adalah “Harmony of The World” yakni sesuai dengan visi Kota Surabaya yaitu “Transformasi Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan”.
“Seperti yang selalu saya katakan, bahwa Humanis dan Berkelanjutan itu penting. Kalau kita menjadi kota yang maju, tanpa jiwa yang humanis itu maka akan sia-sia, karena humanis itu memiliki hubungan satu sama dengan lainnya dan hari ini dibuktikan (di Taman Harmoni),” kata Eri.
Eri menyampaikan, taman ini tidak dibangun hanya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemkot) saja. Akan tetapi, Pemkot Surabaya turut menggandeng sejumlah stakeholder untuk pengembangan taman tersebut.
“Hari ini saya sampaikan, kenapa ada Royal Residence, ada Pakuwon, Komunitas Jalak, Kebun Binatang Surabaya (KBS), PLN, hingga Ciputra? itu sejatinya karena ini dibangun dengan rasa gotong royong yang luar biasa oleh seluruh elemen di Kota Surabaya. Terima kasih perusahaan yang telah berinvestasi di Kota Surabaya,” ujarnya.
Eri menerangkan, di Taman Harmoni ada berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Mulai dari zona bermain anak, zona edukasi satwa, ada pula area outbound untuk anak-anak.
Di zona taman bermain atau playground dibagi berdasarkan usia, yakni untuk usia 5 tahun ke atas dan 5 tahun ke bawah. Di zona ini, dilengkapi fasilitas edukasi satwa seperti kelinci, ayam kate, dan kuda poni. Di tempat ini anak-anak dapat berinteraksi secara langsung dengan hewan.
Di zona rekreasi dan edukasi, pemkot menyediakan fasilitas seperti flying fox, menunggang kuda dan sebagainya. Di zona lalu lintas, dijadikan tempat untuk sarana edukasi tentang rambu-rambu lalu lintas yang dilengkapi dengan ATV dan sepeda motor mini.
Tidak hanya itu, di sisi utara Taman Harmoni juga ada fasilitas kuliner “Pasar Ngisor Pring (Sorpring)”. Di lokasi ini pengunjung dapat menikmati berbagai jenis sajian kuliner jadul hingga kekinian di bawah rindangnya hutan bambu.
Eri mengimbau kepada masyarakat yang akan berkunjung ke Taman Harmoni untuk tidak membawa makanan dan minuman dari luar. Pengunjung hanya diperbolehkan membawa tikar dan membeli makanan dari tenant atau UMKM yang tersedia di dalam Pasar Sorpring, Taman Harmoni.
Sebab nantinya Pemkot Surabaya akan menentukan biaya tiket masuk ke Taman Harmoni. Rencananya, biaya tiket masuk ke Taman Harmoni antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per orang. Jika berbayar, konsepnya adalah membeli voucher kemudian dapat ditukarkan untuk membeli makanan atau menyewa tikar dari UMKM yang berada di Taman Harmoni.
“Tiketnya masih dihitung ya, jadi itu nanti untuk UMKM. Ketika membayar tadi akan mendapatkan voucher itu (ditukarkan) bisa membeli makanan dan minuman untuk membantu UMKM yang ada di sini,” jelas Eri.
Eri menambahkan, taman dengan luas sekitar 8 hektare ini akan terus dikembangkan ke depannya. Pemkot Surabaya akan menyiapkan sejumlah fasilitas lain untuk memudahkan akses wisatawan berkunjung ke Taman Harmoni. Di tahun depan, lanjut Cak Eri, pemkot akan menyiapkan sarana transportasinya hingga melebarkan akses jalan menuju ke Taman Harmoni.
“Ketika ada tempat wisata dan wisatawan yang hadir, maka pemerintah harus hadir. Mulai menyiapkan transportasi hingga jalannya, di 2026 nanti insyaallah dari MERR sampai ke Taman Harmoni ini ada jalan kembar, kita besarkan jalannya,” tambahnya.
Eri turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran DPRD Kota Surabaya, stakeholder, dan masyarakat yang berkontribusi dalam pembangunan taman ini. Dirinya berharap, Taman Harmoni bisa dijadikan contoh untuk pengembangan wisata di wilayah Surabaya lainnya.
“Karena akan menjadi contoh, ada Wali Tamannya (stakeholder yang terlibat) dan yang masuk ke dalam taman membantu UMKM-nya untuk bergerak. Dan model ini akan kita jalankan dulu di sini ya,” katanya. (ita)

