Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

TEKNOLOGI Ita Nasyi’ah22/07/2026 - 19:07 WIB
Kebun Raya Mangrove Surabaya dikembangkan sebagai living lab energi terbarukan dengan fasilitas edukasi panel surya, Terangin, dan pirolisis bagi masyarakat.

Kebun Raya Mangrove Surabaya terus dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) sebagai kawasan konservasi yang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi pusat edukasi berbasis living lab. Pengembangan Kebun Raya Mangrove Surabaya ini ditujukan sebagai sarana pembelajaran energi terbarukan bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Kepala Brida Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan bahwa salah satu fokus pengembangan Kebun Raya Mangrove Surabaya adalah menghadirkan miniatur teknologi energi baru terbarukan (green energy) yang dapat dipelajari secara langsung oleh para pengunjung.

“Karena kawasan ini adalah area konservasi dan lindung yang mengutamakan lingkungan, maka energi terbarukan merupakan bentuk nyata yang harus kita wujudkan. Kita buat model mininya di sini agar anak-anak SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa bisa belajar dan melihat langsung,” ujar Agus, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, terdapat tiga teknologi energi terbarukan yang akan dikembangkan di kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya. Teknologi pertama adalah panel surya yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi listrik.

Teknologi kedua adalah Terangin, inovasi hasil Inovboyo 2025 yang memanfaatkan hembusan angin di kawasan pesisir untuk menghasilkan energi listrik.

Sementara itu, inovasi ketiga adalah teknologi pirolisis yang mengolah limbah plastik menjadi energi alternatif berupa listrik maupun bahan bakar kendaraan.

“Model-model ini dihadirkan bukan untuk pengolahan skala industri, melainkan sebagai media edukasi atau spot belajar agar pengunjung dapat menyaksikan langsung bagaimana energi terbarukan bekerja hingga menghasilkan listrik,” jelas Agus.

Pirolisis Ubah Sampah Plastik Menjadi Energi

Supporting Pengolahan Pirolisis di Kebun Raya Mangrove Surabaya, Ir. Edy Hartono, menjelaskan bahwa teknologi pirolisis mampu mengolah sampah plastik dan biomassa berupa daun maupun ranting kering menjadi tiga produk utama, yaitu gas, bahan bakar cair, dan residu padat.

“Fokus utama kita di sini adalah mengolah sampah plastik menjadi gas dan bahan bakar cair. Gas tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan energi listrik. Jadi, plastik yang tadinya mengganggu lingkungan dikonversi menjadi energi yang bermanfaat,” terang Edy.

Ia menjelaskan, hasil uji coba terhadap sampah yang terkumpul di kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif.

Energi listrik yang dihasilkan melalui proses pirolisis tersebut nantinya tidak hanya dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, tetapi juga dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional di kawasan mangrove.

Selain sampah plastik, limbah biomassa berupa daun dan ranting kering yang sebelumnya hanya menumpuk juga akan dimanfaatkan melalui proses pirolisis.

Menurut Edy, teknologi tersebut berpotensi menjadi solusi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) skala kecil yang murah, sederhana, dan mudah diterapkan di berbagai Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Kota Surabaya.

Namun demikian, keberhasilan teknologi tersebut sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Tantangan utamanya adalah edukasi masyarakat dalam memilah sampah dari awal. Jika pengunjung dan warga bisa memisahkan antara sampah biomassa dan nonbiomassa seperti plastik, proses pirolisis akan jauh lebih efektif dan sederhana,” ujarnya.

Dilengkapi Jalur Edukasi dan Mangrove Eco Run

Selain menghadirkan edukasi energi terbarukan, Kebun Raya Mangrove Surabaya juga terus dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman dan mudah diakses masyarakat.

Berdasarkan hasil studi Urban Heat, kawasan mangrove tersebut menjadi salah satu titik dengan suhu paling sejuk di Surabaya berkat keberadaan vegetasi mangrove yang lebat.

Untuk mendukung aktivitas masyarakat, Pemkot Surabaya juga membangun jalur baru sepanjang dua kilometer dengan memanfaatkan pematang tambak. Jalur tersebut akan digunakan sebagai lintasan pada ajang Mangrove Eco Run yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026.

Melalui pengembangan berbagai fasilitas, mulai dari sarana edukasi energi terbarukan, penelitian, olahraga, hingga wahana rekreasi, Pemkot Surabaya berharap Kebun Raya Mangrove Surabaya mampu memberikan manfaat yang lebih luas sebagai pusat pembelajaran lingkungan sekaligus destinasi wisata edukatif bagi masyarakat. (ita) 

BRIDA Surabaya Energi Terbarukan Green Energy kebun raya mangrove surabaya Living Lab Mangrove Eco Run Panel Surya Pemkot Surabaya Pirolisis Terangin
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.