PWI dan IJTI Nganjuk menyampaikan sikap bersama dengan mengecam penggunaan istilah “Londo Ireng” yang dinilai merendahkan martabat profesi wartawan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas sekaligus penegasan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia.
Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jati Kusumo, menilai penggunaan istilah bernuansa kolonial tersebut tidak mencerminkan penghormatan terhadap profesi jurnalistik dan berpotensi mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Kami mengecam keras pernyataan yang mengaitkan wartawan, jurnalis, dan lembaga swadaya masyarakat dengan istilah ‘Londo Ireng’. Istilah tersebut bernuansa kolonial, merendahkan martabat profesi, serta mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin secara tegas dalam UU Nomor 40 Tahun 1999,” tegas Bagus Jati Kusumo, Sabtu (25/7/2026).

Ia menegaskan bahwa jurnalis bukanlah pihak yang harus diposisikan sebagai musuh pemerintah. Sebaliknya, pers memiliki fungsi sebagai mitra kritis yang menjalankan kontrol sosial, menjaga transparansi, serta mengawal pelaksanaan kebijakan publik agar tetap akuntabel.
“Selama ini kami berperan sebagai pengawas sekaligus penyeimbang kekuasaan untuk mencegah penyalahgunaan wewenang. Pers yang independen dan berintegritas menjadi jaminan agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif mengawal setiap kebijakan publik,” ujarnya.
Melalui pernyataan bersama tersebut, PWI dan IJTI Nganjuk juga mengajak seluruh insan pers di berbagai daerah untuk memperkuat persatuan, menjaga solidaritas, dan tetap menjalankan tugas jurnalistik sesuai kode etik serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut Bagus, sikap yang disampaikan bukan ditujukan untuk memusuhi pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab profesi dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.
“Kami mengajak seluruh rekan jurnalis untuk tetap teguh pada prinsip, menjaga solidaritas, dan terus memegang teguh amanah menjaga demokrasi negara ini bersama-sama,” pungkasnya. (ita)

