Bank Jatim Dukung Misi Dagang Hong Kong yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai upaya memperluas akses pasar internasional bagi produk unggulan daerah sekaligus memperkuat investasi. Kegiatan yang berlangsung di Regal Hotel Hong Kong tersebut dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan membukukan nilai transaksi final sebesar Rp12,03 triliun.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Jatim mengikutsertakan tiga UMKM binaannya, yakni Sharktex, Yan Khurin, dan Anya Craft, untuk memperkenalkan produk unggulan Jawa Timur kepada calon mitra bisnis dan pelaku usaha di Hong Kong.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan keikutsertaan perseroan merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.
“Dukungan terhadap Misi Dagang ini merupakan strategi Bank Jatim dalam memperkuat ekosistem ekonomi Jawa Timur di luar negeri. Kami ingin membuka akses pasar global bagi UMKM binaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat Jawa Timur,” ujar Winardi.
Selain mendukung promosi UMKM, Bank Jatim juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Prima Duta Sejati mengenai penguatan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan remitansi bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Kerja sama tersebut mencakup edukasi keuangan bagi calon PMI, PMI aktif, PMI purna, serta keluarganya melalui berbagai program sosialisasi, seminar, dan pelatihan.
Menurut Winardi, kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus mendukung kesejahteraan pekerja migran Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur sekaligus pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia yang memiliki peran penting sebagai pintu masuk produk-produk unggulan Jatim ke pasar internasional.
Ia menyebut tingginya minat pasar terhadap berbagai komoditas asal Jawa Timur menunjukkan daya saing produk daerah semakin kuat. Karena itu, Misi Dagang dan Investasi tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai transaksi perdagangan, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperluas jaringan bisnis internasional, memperkuat rantai pasok global, hingga mendorong alih teknologi bagi industri di Jawa Timur.
Khofifah turut mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Jatim, yang terus mendukung pengembangan perdagangan dan investasi daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor perbankan akan semakin membuka peluang ekspor, investasi, serta meningkatkan daya saing produk unggulan Jawa Timur di pasar global,” pungkasnya. (ita)

