Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Air Asia Dukung Target 17 Juta Wisman

Air Asia Dukung Target 17 Juta Wisman

JALAN-JALAN redaksi21/02/2018 - 16:00 WIB

Maskapai penerbangan low cost carrier (LCC) Air Asia siap mendukung program pariwisata Indonesia yang tahun ini mentargetkan kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman).

Air Asia berkomitmen membuka rute penerbangan baru ke destinasi pariwisata prioritas serta dari originasi prioritas yang pertumbuhannya besar.

Sementara itu Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendukung usulan Air Asia dalam pengembangan bandara LCC di bandara prioritas Indonesia; Cengkareng (CGK) dan Denpasar (DPS) serta pengurangan airport tax bagi penumpang LCC dalam mendorong pertumbuhan maskapai penerbangan LCC.

“Kita akan dukung pengembangan LCC di Indonesia untuk mencapai target 17 juta wisman,” kata Menpar Arief Yahya didampingi staf khusus bidang konektivitas udara, Judi Rifajantoro dan Robert Waloni, ketika menerima kunjungan CEO Air Asia Group Tony Fernandes bersama Direktur Utama Air Asia Indonesia Dendy Kurniawan di kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin (19/2/2018).

Kunjungan pimpinan Air Asia ini sebagai rangkaian roadshow yang dilakukan Menpar dalam mendapatkan dukungan unsur 3A (Authorities – Airports & AirNavigation – Airlines).

Menurut Menteri Arief, bisnis TTT (tourism, transportation, dan telecommunication) punya DNA yang mirip dengan LCC. Sama-sama bergantung pada season (musim). TTT dan LCC akan berpengaruh saat peak dan low season. Selain itu, keduanya juga sama-sama bergantung jarak, sehingga ada zonasi.

“Selain itu, LCC dan TTT sama-sama sensitif dengan harga. Makin murah meriah, makin meledak traffic-nya. Karena penerbangan murah, maka orang jadi affordable. Harga makin terjangkau oleh masyarakat. Masyarakat juga jadi terbiasa naik pesawat. Lihat saja di Terminal 1 Soekarno Hatta, penumpangnya banyak dan antre panjang,” jelas Arief Yahya.

Dalam pertemuan itu, Tony Fernandes mengusulkan pengembangan terminal khusus LCC di Indonesia, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng untuk memudahkan konektivitas penerbangan internasional ke penerbangan domestik.

Menurut Tony Fernandes, Indonesia cukup kalah pertumbuhan maskapainya dibandingkan negara lain karena tidak memiliki strategi khusus untuk melayani penerbangan LCC.

“Indonesia is loosing up because they dont have an LCC strategy right now,” kata Tony Fernandes seraya juga menyampaikan kebijakan harga yang sangat murah sebagai strategi promosi utama, “Price will drive you to have a look, Indonesia is much more than Bali”.

Tony Fernandes memberi perbandingan (benchmark) dengan Thailand yang sekarang membuka bandara terminal khusus low cost terminal karena mayoritas maskapai menggunakan pesawat wide body, low cost. Pada kesempatan itu Tony Fernandes menyarankan Terminal 2 sebagai terminal khusus low cost terminal atau membuka kembali Terminal 3 lama sebagai terminal khusus maskapai LCC.

Ide utama dari terminal LCC, menurut Tony Fernandes, adalah memperpendek waktu untuk transit, dan memperpanjang waktu untuk berbelanja. Hal ini diharapkan mempertinggi efektivitas waktu penerbangan sehingga bisa diperbanyak.

Sebagai benchmark bandara LCC yang baik, menurut Tony Fernandes, adalah Stansted Airport, London UK. “Kita siap untuk mengeluarkan uang banyak, karena kita membuka jalur Narita-Jakarta dan responnya sangat bagus, sementara itu kita siap membuka rute penerbangan Jakarta-India,” kata Tony.

Ia juga menawarkan untuk membuat keramaian di banyak bandara di Indonesia dengan contoh Bandara Bandung di mana Air Asia sebagai pionir membuka jalur internasional Kuala Lumpur-Bandung, kemudian diikuti oleh maskapai lain.

“Saya bisa membuat keramaian di bandara-bandara yang ada di Indonesia. Seperti bandara di Bandung dan bandara lain dengan membuka rute internasional,” tegasnya.

Pada pertemuan itu Air Asia juga mengusulkan pengurangan airport tax untuk mendorong pertumbuhan LCC karena 60% dari rute Air Asia merupakan rute baru.

Di Indonesia pertumbuhan terbesar ada di kota-kota sekunder dan ini berbeda dengan maskapai premium yang memfokuskan flight pada kota-kota primer atau ibukota. Tony juga melaporkan bahwa pertumbuhan maskapai LCC tahun lalu mencapai 32%, sedangkan maskapai full service hanya 3,5%. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

Stasiun Jakarta Kota, Simpul Transportasi Bersejarah

24/09/2025 - 11:00 WIB

Pacu Jalur Harumkan Indonesia di Dunia

21/08/2025 - 14:00 WIB

Ampel Tourist Information Center di Quds Royal Hotel Diluncurkan

08/08/2025 - 08:00 WIB

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka

05/08/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.