Beras Impor Tiba di Pelabuhan DABN Probolinggo
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Beras Impor Tiba di Pelabuhan DABN Probolinggo

Sebanyak 3.300 ton beras impor dari Vietnam tiba di Pelabuhan DABN Probolinggo, Jumat (24/11). Kegiatan impor ini merupakan yang pertama kali melalui kapal yang bersandar di wilayah tersebut.

Direktur Utama PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) Hadi Mulyo Utomo menyatakan bahwa ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk mengimpor hingga 2 juta ton beras.

“Selain ke Probolinggo, beras tersebut akan distribusikan ke gudang-gudang Bulog di wilayah Hinterland Probolinggo seperti Pasuruan, Lumajang, Jember, Situbondo, dan Bondowoso,” kata Hadi.

Pelabuhan DABN Probolinggo dipilih sebagai pelabuhan alternatif oleh Perum Bulog. Langkah ini untuk menghindari antrian kapal di pelabuhan lain, seperti di Tanjung Perak dan Tanjung Wangi.

Tak hanya itu, kondisi dermaga dan akses Pelabuhan DABN Probolinggo juga sudah sangat memadai dan mampu untuk melakukan kegiatan impor beras Bulog. Karena kawasan yang dikelola PT DABN itu termasuk dalam kawasan kepabeanan.

“Ini wujud nyata sinergitas perusahaan BUMN dan BUMD Pemprov Jatim. Bukan persaingan, justru kita menghadirkan kolaborasi untuk saling memajukan satu sama lain antara BUMD dan BUMN. Kami sangat mengapresiasi Perum Bulog melalui Pimpinan Kanwil Bulog Jatim. Pelabuhan DABN sendiri memang dikenal sebagai pelabuhan internasional di Probolinggo,” sambung Hadi.

Hadi yang juga Ketua Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan (ABUPI) Korwil Jatim ini menambahkan bahwa Pelabuhan DABN Probolinggo secara rutin melayani kapal kapal internasional berukuran besar untuk kegiatan ekspor-impor di wilayah Jawa Timur.

“Pelabuhan yang dimiliki pemerintah daerah Jawa Timur ini memang selalu menjadi pelabuhan andalan dan kebanggan masyarakat Jawa Timur,” katanya

Pada tahun 2024 mendatang, lanjut Hadi, Pelabuhan DABN Probolinggo akan melayani kapal-kapal peti kemas. Langkah ini merupakan bukti nyata perkembangan pelabuhan yang sebelumnya hanya melayani kargo curah kering, curah cair, serta general cargo hingga nantinya akan melayani kargo berupa peti kemas.

“Fasilitas penunjang yang ada juga sangat lengkap, mulai dari area pergudangan dengan luas hingga 6.000 m2, container yard, jembatan timbang, dan masih banyak lagi. Kami juga melayani kegiatan shorebase,” pungkasnya. (ist)