Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Blanja.com Digitalisasi Kampung Jokowi

Blanja.com Digitalisasi Kampung Jokowi

EKONOMI BISNIS redaksi16/06/2018 - 14:00 WIB

Sebagai bagian dari gerakan “Ayo UMKM Jualan Online”, Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali bersinergi dengan BLANJA.com dalam mendigitalisasi UMKM di Solo.

Bertempat di kota kelahiran Presiden Jokowi, gerakan ini bertujuan membuka kesempatan bagi para UMKM Kampung Batik Laweyan untuk memasarkan produknya secara online.

Berdasarkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) di tahun 2017 dari 143,26 Juta penduduk Indonesia yang memiliki akses Internet, 46,1 Juta secara aktif membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan secara online.

Jika UMKM berjualan online, mereka dapat menjangkau jutaan pembeli potensial dan berkesempatan meningkatkan penjualan produk lokal.

Lis sutijati, Staf Khusus Menteri Bidang Program Management Office Kemkominfo menjelaskan, transaksi jual beli di bulan Ramadan terbilang melonjak cukup tinggi. “Karena itu, kami mengajak para pelaku UMKM agar tak melewatkan momen ini. Targetnya, lebih kurang 18 ribu UMKM di delapan kota dalam rentang waktu dua minggu bisa jualan online,” katanya.

Kegiatan ini disambut baik Ir Alpha Fabela, selaku Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL). “Terima kasih sekali dengan adanya kegiatan ini, salah satu performa untuk meluaskan jejaring pemasaran kami para UMKM bisa semakin mudah,” ujar Alpha.

Sementara itu, Monika Viany, Strategical Seller Development Manager BLANJA.com mengatakan, Solo memiliki potensi fashion dengan kategori batik luar biasa yang bersumber dari kekayaan seni dan budayanya.

Menjelang lebaran, produk dengan kategori fashion masuk dalam satu produk yang paling banyak dicari. Ini peluang yang sangat bagus bagi produk lokal UMKM di Kampung Batik Laweyan, Solo untuk memasarkannya secara online sehingga pembeli bisa berbelanja baju batik secara mudah melalui BLANJA.com.

BLANJA.com hadir membuka keterbatasan akses, mendorong perubahan, serta meningkatkan peluang bagi UMKM ke pasar nasional dan kelak ke pasar global dengan cara mengedukasi, memfasilitasi mulai dari cara mengelola toko online, membuat konten pemasaran yang menarik, hingga foto produk yang baik serta pendampingan secara berkelanjutan bagi para UMKM.

Tak hanya itu, BLANJA.com juga mengajak salah satu UMKM lokal yang telah sukses berjualan online, yaitu Bapak Adi pemilik toko online Ngopi Serius asal Solo untuk berbagi cerita suksesnya sebagai bahan inspirasi para UMKM sehingga mereka berani mulai memasuki platform digital dengan go online untuk mengembangkan pemasaran produknya.

Lebih lanjut Monika Viany menuturkan, untuk bisa sukses berjualan online dibutuhkan kemandirian digital, peran aktif UMKM untuk terus menciptakan inovasi baru bagi produk hingga pelayanannya sehingga dapat menaikkan daya saing produk lokal.

“Harapannya, melalui sinergi ini akan semakin banyak UMKM sukses yang lahir dari kota Solo dan Batik bisa semakin mendunia,” tutupnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.