Bunda Iffet, Ibu dari Bimbim Slank meninggal dunia pada Sabtu (26/04) pukul 22.42 WIB. Ia wafat setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari.
Bunda Iffet lahir pada 12 Agustus 1937, ia kemudian menikah dengan Sidharta Manghurudin Soemarno pada 8 Januari 1961. Sidharta merupakan putra dari gubernur pertama DKI Jakarta, Soemarno Sosroatmodjo, dan dari pernikahan itu mereka dikaruniai empat anak
Bunda Iffet selalu mendukung Bimbim dan rekan-rekannya di grup Slank. Ia dikenal sebagai penggemar musik rock dan blues serta melabeli dirinya sebagai Rock n’ Roll Mom.
Selain sebagai ibu Bimbim, Bunda Iffet berperan penting sebagai manajer Slank. Ia mengurus kebutuhan administratif dan membimbing Slank hingga meraih sukses besar di industri musik.
Pada era 1990-an, Slank menghadapi masalah akibat penyalahgunaan narkoba oleh personelnya. Dalam situasi tersebut, Bunda Iffet berjuang keras untuk menyelamatkan karier dan kehidupan mereka.
Bunda Iffet menginisiasi pemulihan dengan menjadikan markas Slank di Potlot sebagai tempat rehabilitasi. Dia mengawasi proses pemulihan dengan ketegasan dan kasih sayang.
Berkat kegigihan Bunda Iffet, Slank mampu bangkit dan tetap eksis. Grup musik legendaris ini berhasil memperkuat posisinya setelah melewati masa-masa kelam.
Bimbim Slank menceritakan, detik-detik Bunda Iffet menghembuskan napas terakhir. Kondisi kesehatan Bunda Iffet mulai terlihat memburuk sejak Senin (21/04). Pada hari itu, Bimbim Slank menjelaskan, Bunda Iffet tidak sadarkan diri. Karena, biasanya Bunda Iffet selalu bangun pagi dan berjemur diri.
“Tiba-tiba (Bunda Iffet) nggak bangun-bangun, biasanya jam 8 atau 9 (pagi) sudah naik kursi roda. Ke rumah sebelah berjemur, tapi ini nggak bangun-bangun (tidak sadarkan diri),” kata Bimbim Slank dalam keterangannya, di Jakarta, dikutip Senin (28/04).
Bimbim Slank menceritakan pula, jika kesehatan Bunda Iffet tidak stabil. Ketika dilarikan ke rumah sakit, Bunda Iffet langsung dilarikan ke ruangan HCU . “Sama dokter rumah sakit dievaluasi kenapa. Sebenarnya di hari kedua nggak ada apa-apa, tapi begitu hari ke-6 ya harus masuk HCU,” ucap Bimbim Slank.
Setalah dirawat di rumah sakit, Bimbim Slank mengaku, Bunda Iffet meminta pulang ke rumah. Dalam posisi itu, Bimbim Slank lalu berembuk dengan keluarganya. “Dua hari sebelumnya juga (Bunda Iffet) sudah minta pulang. Akhirnya kita berembuk, ya sudah pulangin saja deh,” ujar Bimbim Slank.
Lalu, Bimbim Slank menuturkan, Bunda Iffet seperti memberi tanda-tanda untuk berpamitan dengan keluarga. Tepatnya, setelah sampai beberapa jam di rumah. “Bunda di situ bertahan, seperti yang dia mau, sampai rumah (Bunda Iffet) masih ada. Sekitar 2 jam, pamit, ya kemudian meninggal,” kata Bimbim Slank.
Kemudian, Bimbim Slank mengakui, jika Bunda Iffet memiliki riwayat gula naik dan darah tinggi. “Riwayat (sakit) orang tua ya, kadang-kadang gula naik, kadang-kadang darah tinggi, gitu sih,” ucap Bimbim Slank. Kepergian Bunda Iffet sangat meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Slank. Bunda Iffet dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Selatan, pada Minggu (27/04). (rri)

