Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Menpar: Devisa Pariwisata Tumbuh 14,77%

Menpar: Devisa Pariwisata Tumbuh 14,77%

JALAN-JALAN redaksi26/10/2018 - 15:30 WIB

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyampaikan bahwa saat ini pengembangan sektor pariwisata dilakukan dalam rangka mendorong daya saing dan sebagai sumber daya utama devisa.

“Pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas pariwisata nasional yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Devisa pariwisata pada 2017 tumbuh 14,77% dari 2016,” ujar Arief saat Konferensi Pers 4 Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres JK, di Aula Gedung 3, Kemensetneg, Jakarta, Selasa (23/10).

Peningkatan indeks daya saing berdasarkan data World Economic Forum (WEF), menurut Menpar, tahun 2013 Indonesia pada posisi 70, 2015 pada posisi 50, dan 2017 pada posisi 42, sedangkan target 2019 berada pada posisi 35.

Dalam kesempatan itu, Menpar menyampaikan bahwa Wonderful Indonesia pada tahun 2017 mendapatkan 21 penghargaan di 10 negara sedangkan pada tahun 2018 memperoleh 31 penghargaan dari berbagai ajang di 9 negara.

World Travel and Tourisme Council (WTTC), tambah Menpar, mengumumkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi nomor 9 di dunia.

“Jadi di Asia kita nomor 3 dan di ASEAN kita nomor 1,” ujar Menpar seraya menyampaikan pesan Presiden bahwa persaingan saat ini bukan yang besar dan yang kecil tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat karena bisnis atau industri, kecepatan itu ditunjukkan dengan pertumbuhan.

Terkait kecepatan pertumbuhan, Menpar menyampaikan bahwa Indonesia telah membuktikan dalam pariwisata pada tahun 2018 nomor 9 di dunia yang berarti tahun 2017 Indonesia menjadi salah satu negara tercepat dalam pertumbuhan pariwisata di dunia.

“Kita tumbuh 20%. Di ASEAN, market kita tumbuh 7 persen, di dunia tumbuh 6,4 atau dengan kata lain kita tumbuh 3 kali lipat dari market,” tambahnya.

Meski harus disadari dan diakui, lanjut Menpar, bahwa Vietnam performance-nya sangat bagus di tahun 2017. “Apa yang dilakukan oleh Vietnam? Mereka melakukan deregulasi besar-besaran sehingga Vietnam menjadi investor darling dan turism darling.

Di akhir pernyataan, Menpar menyampaikan janji bahwa pariwisata akan menjadi penghasil devisa yang terbesar tahun 2019, atau paling lambat tahun 2020 sebagaimana disampaikan Presiden.

“Kedua, menjadi yang terbaik. Saya berani mengklaim kita akan menjadi yang terbesar, saya mengatakan mungkin kita akan menjadi yang terbaik,” ujar Menpar seraya mencontohkan PAD Samosir dan Banyuwangi yang meningkat karena sektor pariwisata dibanding daerah lain.

Saat ini, menurut Menpar, Wonderful Indonesia sudah mengalahkan Amazing Thailand dan sudah mengalahkan Trully Asia Malaysia. “Saya proyeksikan kita bisa mengalahkan Thailand pada 2024,” pungkasnya. (sak)

Arief Yahya Menteri Pariwisata
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

Stasiun Jakarta Kota, Simpul Transportasi Bersejarah

24/09/2025 - 11:00 WIB

Pacu Jalur Harumkan Indonesia di Dunia

21/08/2025 - 14:00 WIB

Ampel Tourist Information Center di Quds Royal Hotel Diluncurkan

08/08/2025 - 08:00 WIB

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka

05/08/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.