Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Disambut Gembira Status Gunung Agung

Disambut Gembira Status Gunung Agung

KOMUNITAS redaksi03/11/2017 - 09:00 WIB

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menurunkan status Gunung Agung Bali dari AWAS (level IV) menjadi SIAGA (level III) terhitung 29 Oktober 2017 lalu.

Penurunan status Gunung Agung ini membuat masyarakat senang dan berharap kondisi Bali khususnya di sektor ekonomi dan pariwisata dapat berangsur kembali seperti sebelumnya.

“Penurunan status Gunung Agung menjadi SIAGA kan dampaknya itu banyak dari ekonomi hingga psikologis masyarakat, saat status Gunung Agung diturunkan, masyarakat juga menjadi lebih tenang untuk beraktifitas kembali,” ujar Wayan Sakati (36) lega, mendengar hasil koordinasi PVMBG dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNBP) Provinsi Bali, Minggu (29/10) sore di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang.

Wayan adalah salah satu warga Kecamatan Rendang yang dusunnya ada di radius 12 km. Dengan diturunkannya status ini kini warga dusunnya tidak masuk zona perluasan, karena radius daerah bahaya juga kini diturunkan dari 9 km menjadi 6 km dengan perluasan sektoral juga turun dari 12 km menjadi 7,5 km.

“Sebelumnya masyarakat yang akan kembali dari ke tempat asalnya belum berani karena masih trauma, selain itu aktifitas gempa di sekitaran lereng Agung Agung masih terasa apalagi di malam hari,” tambah Wayan yang mengaku sembat menjual ternak peliharaannya sebelum mengungsi tanggal 23 September lalu.

Senada dengan Wayan, Dewa (40), salah seorang supir agen pariwisata yang juga menampung pengungsi di rumahnya menyatakan kelegaannya dan berharap pariwisata Bali berangsur normal lagi.

“Status Gunung Agung telah mempengaruhi kegiatan pariwisata di Bali, sesaat setelah diumumkan penurunan status Gunung Agung menjadi SIAGA, tamu langganan saya, Sherly dari Singapura langsung mengirimkan Whatsapp kepada saya, ‘hi, are you able to drive us between 1st to 4th nov’, padahal sebelumnya dia mengirimkan whatsapp untuk me-reschedule jadwal perjalanannya karena status AWAS Gunung Agung,” ujar Dewa sambil menunjukkan Whatsapp dimaksud kepada tim Esdm.go.id.

Supir yang aktif mengirimkan status terkini Gunung Agung melalui website resmi perusahaannya ini berharap semoga akan lebih banyak lagi wisatawan domestik dan mancanegara yang akan kembali berwisata di Bali dengan diturunkannya status Gunung Agung.

Dengan turunnya status Gunung Agung menjadi SIAGA, masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai aktivitas vulkanik Gunung Agung yang saat ini masih terjadi.

“Status Gunung Agung sudah diturunkan, kita harapkan aktifitasnya terus menurun hingga ke level NORMAL. Karena belum sepenuhnya normal, maka masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai aktivitas vulkanik yang masih terjadi,” ujar Kepala PVMBG, Kasbani dalam keterangan persnya.

Ia menyatakan PVMBG akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Agung dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali. “Zona perkiraan bahaya ini sifatnya dinamis dan terus dievaluasi, dapat berubah mengikuti perkembangan pengamatan data teknis dan visual yang paling terkini,” tutup Kasbani. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.