Sebanyak dua helikopter Basarnas disiagakan di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2025, Kamis (2/10/2025). Kehadiran helikopter ini, menjadi bagian penting dari sistem pendukung keselamatan dan operasional selama rangkaian balapan berlangsung.
Dirut MGPA, Priandhi Satria menegaskan, keberadaan helikopter merupakan syarat standar internasional yang wajib dipenuhi dalam setiap penyelenggaraan MotoGP. Jika tidak ada helikopter di area Sirkuit Mandalika, pertandingan MotoGP tidak akan diizinkan dimulai.
“Helikopter difungsikan terutama sebagai ‘air ambulance’ untuk kebutuhan medis darurat di lintasan. MotoGP memiliki regulasi ketat terkait keselamatan, tanpa helikopter, balapan tidak bisa dimulai,” kata Priandhi dalam keterangannya, Jumat (03/10).
Kedatangan helikopter Basarnas itu disambut oleh Direktur Medis MotoGP, Ángel Charte, Kepala Basarnas NTB Muhamad Hariyadi. Kemudian, Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, hingga Vice President Motorsport MGPA Donny Maharjono,
Federasi Balap Motor Internasional (FIM) bersama Dorna Sports selaku promotor selalu melakukan pengecekan sebelum race day. Jika helikopter tidak siap mengudara, balapan MotoGP ditunda hingga fasilitas tersedia.
Selain evakuasi medis darurat menuju rumah sakit di Mataram maupun Praya, helikopter juga difungsikan untuk kebutuhan lainnya. Seperti, operasional tertentu menginspeksi lintasan dan dukungan keamanan.
Dengan fasilitas ini, MGPA ingin memastikan kepada pembalap, tim, hingga pihak internasional bahwa Sirkuit Mandalika siap. Yakni, siap menggelar balapan kelas dunia.
“Kami tidak hanya fokus pada lintasan dan fasilitas penonton. Tetapi juga memastikan aspek keselamatan pembalap berjalan sesuai standar internasional,” ucap Priandhi. (rri)

