Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Indonesia di Frankfurt Book Fair Lagi

Indonesia di Frankfurt Book Fair Lagi

KOMUNITAS redaksi20/10/2017 - 13:00 WIB

Indonesia hadir kembali dalam gelaran pameran buku terbesar dan tertua di dunia, Frankfurt Book Fair 2017. Indonesia membawa sekitar 300 judul buku pilihan yang ditulis sekitar 200 penulis. Beberapa penulis turut diundang dalam acara yang dihadiri Presiden Prancis Emanuel Marcon dan Kanselir Jerman Angela Merkel tersebut.

Dalam gelaran yang bertempat di Frankfurt Trade Fair tersebut, Indonesia juga menyelenggarakan pembacaan buku oleh para penulis seperti “Wajah Terakhir” karya Mona Sylviana, karya-karya Zen Hae, dan buku puisi karya Aan Mansyur.

Selain itu juga ada peluncuran buku “Home Sweet Home” karya Anton Gautama dan berbagai diskusi. Salah satu diskusi mengangkat tema toleransi di Indonesia yang menghadirkan penulis Zaky Yamani, Avianti Armand dan Ben Sohib.

Turut hadir pula Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid sebagai pembicara dalam diskusi bertema “Pemerataan Distribusi Buku di Indonesia”. Hilmar mengatakan, dengan 17.000 pulau dan luas hampir 2 juta km2, pemerataan dan distribusi buku di Indonesia memiliki tantangan tersendiri, khususnya bagi pemerintah.

Selain itu Indonesia juga memikat pengunjung dengan kulinernya lewat buku Jakarta Bite dan demo masak oleh Petty Elliot. Etty Prihatini, warga Indonesia yang membantu Petty, mengatakan bahwa mereka kewalahan menghadapi pengunjung Frankfurt Book Fair yang ingin mencicipi masakan Indonesia.

Ketua Komite Buku Nasional, Laura Bangun Prinslo, mengatakan semenjak kehadiran Indonesia sebagai Tamu Kehormatan pada Frankfurt Book Fair tahun 2015, terjadi perkembangan dalam dunia literasi di Tanah Air, salah satunya dalam strategi pemasaran buku-buku berkualitas di luar negeri melalui program subsidi riset bagi penulis.

Para penulis tersebut melakukan residensi riset hingga ke Inggris, Belanda dan Portugal. Para penulis yang melakukan residensi inilah yang turut hadir dalam Frankfurt Book Fair 2017.

Senada dengan Laura, Duta Besar RI untuk Jerman Fauzi Bowo juga mengatakan bahwa sejak menjadi tamu kehormatan, industri literasi Indonesia semakin dikenal oleh penerbit Eropa, khususnya Jerman.

Hadirnya Indonesia dalam acara ini memang menjadi ajang promosi dan menjalin kerja sama dengan industri literasi di Eropa dan dunia. “Beberapa penerbit dan penggiat sastra tertarik pada karya-karya para pengarang. Ada yang akan segera diundang dan diterbitkan di Australia dan Kuba,” kata Alda Trisda, agen sastra dari Belgia.

Salah satu tema buku yang paling banyak diminati adalah buku anak-anak. Karena itu Indonesia sengaja membawa cukup banyak judul buku anak dari berbagai penerbit, seperti Kula Cula dari Kesaint Blanc dan I Love My Family dari PT Kanisius.

“Kita membawa banyak buku anak karena memang peminatnya banyak. Jumlah judul buku anak yang lolos kurasi (tahun) 2017 juga banyak, ada sekitar 200 judul,” kata Laura.

Meski demikian, Hilmar Farid mengatakan bahwa masyarakat Indonesia masih berjuang menegakkan literasi. Indonesia, tidak bisa tidak, harus mengikuti perkembangan industri buku di dunia.

“Seharusnya kita mengikuti kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan literasi. Akan tetapi karena industri begitu cepat bergerak, tak ada cara lain kita juga harus mengikuti gejolak industri perbukuan internasional,” ujar Hilmar. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.