Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
  • Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga
  • Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
  • Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara
  • Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Anak Massal, 75 Anak Resmi Dapatkan Legalitas Hukum
  • Sidak RSUD Soewandhie, Wali Kota Eri Evaluasi Layanan Farmasi, IGD, dan Sistem Antrean Pasien
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Jepang Siaga Gelombang Panas

Jepang Siaga Gelombang Panas

KESEHATAN redaksi24/06/2025 - 15:00 WIB

Jepang saat ini tengah bersiaga menghadapi gelombang panas ekstrem yang datang lebih awal dari biasanya. Setidaknya empat orang telah dilaporkan meninggal dunia akibat heatstroke, seluruhnya merupakan lansia, dilansir dari South China Morning Post.

Lonjakan suhu mendadak mulai terjadi sejak Selasa (17/06). Kota Kofu mencatat suhu tertinggi 38,2 derajat Celsius, atau lebih dari 10 derajat di atas rata-rata suhu pertengahan Juni.

Wilayah lain seperti Gunma dan Shizuoka juga mencatat suhu di atas 37 derajat Celsius. Di Tokyo, suhu mencapai 34,8 derajat dan di Osaka 33,4 derajat. Secara keseluruhan, terdapat 547 lokasi di seluruh Jepang yang mencatat suhu di atas 30 derajat.

Di Tokyo, para dokter merawat 169 pasien dengan gejala heatstroke pada hari Selasa (17/06) dan 57 pasien tambahan pada hari Rabu (18/6/2025). Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkirakan suhu panas yang berada di atas normal ini akan terus berlangsung hingga akhir pekan.

Profesor Yukiko Imada dari Universitas Tokyo menyebut kondisi ini sangat tidak biasa. Ia mengatakan bahwa untuk pertama kalinya, lebih dari 150 lokasi di Jepang mengalami suhu di atas 35 derajat pada pertengahan Juni.

“Untuk pertama kalinya sejak pencatatan dimulai, lebih dari 150 lokasi mengalami suhu ekstrem di atas 35 derajat pada pertengahan Juni. Yang juga tidak biasa adalah menghilangnya baiu front atau front musim hujan, padahal kita masih berada di musim hujan,” ujarnya.

Menurut Imada, penyebab utama panas ekstrem ini adalah perluasan sistem tekanan tinggi Pasifik yang terjadi lebih awal dari biasanya. Umumnya, sistem ini baru meluas ke wilayah Jepang pada bulan Juli atau Agustus.

Ia menambahkan bahwa prakiraan tiga bulan dari JMA menunjukkan kemungkinan besar suhu tahun ini akan berada di atas normal. Dalam beberapa hari terakhir, JMA telah mengeluarkan peringatan heatstroke di sebagian besar wilayah Jepang.

Berdasarkan indeks stres panas, tidak ada satu pun dari 48 kota besar yang dikategorikan “aman.” Satu kota dinilai perlu kewaspadaan, dengan imbauan untuk minum air secara teratur.

Sementara itu, 15 kota lainnya mengimbau warga untuk minum dan beristirahat jika berada di luar ruangan. Di 32 kota lainnya, dikeluarkan peringatan “olahraga berat dilarang.”

JMA juga menerbitkan pedoman pencegahan heatstroke, termasuk menjaga hidrasi, berteduh saat berada di luar ruangan, dan menghindari aktivitas berat. Masyarakat juga diimbau untuk memastikan tetangga lansia dalam kondisi aman.

Masyarakat juga diminta untuk tidak menahan diri dalam menggunakan AC meskipun khawatir terhadap tagihan listrik yang meningkat. Profesor Imada menambahkan bahwa penelitian masih berlangsung untuk memahami gelombang panas kali ini. (ita)

cuaca panas
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

17/07/2026 - 17:25 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga

16/07/2026 - 20:57 WIB

Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

16/07/2026 - 20:45 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB

Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Anak Massal, 75 Anak Resmi Dapatkan Legalitas Hukum

16/07/2026 - 20:23 WIB

Comments are closed.

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

17/07/2026 - 17:25 WIB

Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan

17/07/2026 - 17:18 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga

16/07/2026 - 20:57 WIB

Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

16/07/2026 - 20:45 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.