Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Mahasiswa ITS Raih Juara ENCO 2020

Mahasiswa ITS Raih Juara ENCO 2020

KOMUNITAS redaksi09/09/2020 - 15:00 WIB

Pandemi Covid-19 saat ini bukanlah jadi alasan sebagai penghenti untuk terus berinovasi. Hal inilah yang dilakukan Ahmat Yulianto, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang menuangkan idenya hingga meraih juara III dalam kompetisi Economic National Essay Competition (ENECO).

LKompetisi ENCO diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) di Wonosobo, awal September lalu.

Bertemakan Peran Mahasiswa Terhadap Rekonstruksi Pembangunan Ekonomi Pasca Pandemi, Ahmat membawakan essay berjudul Program Gerdunas (Gerakan Digitalisasi UMKM Nasional) untuk mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

Menurutnya, hal ini dikarenakan kebijakan di masa pandemi ini sangat berdampak luas terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Bisa kita amati, semenjak pandemi, pendapatan UMKM jadi berkurang,” ujar pemuda asal Wonogiri ini.

Di samping itu, berdasar risetnya, Ahmat menjelaskan bahwa UMKM sebenarnya merupakan sektor ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja paling banyak dibanding sektor lainnya. Hanya saja, banyak pelaku UMKM yang masih belum mengenal digital marketing.

“Padahal jika mereka (pelaku UMKM, red) mengerti digital marketing, pendapatannya akan jauh lebih meningkat,” jelas mahasiswa Departemen Statistika ITS ini.

Oleh karenanya, sambung Ahmat, program Gerdunas ini menjadi salah satu solusi atas turunnya pendapatan pelaku UMKM. Dalam program ini, kerja sama berbagai pihak dibutuhkan, yakni seperti para mahasiswa, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), serta para pelaku UMKM sebagai sasaran utamanya. “Masing-masing elemen ini memiliki perannya masing-masing,” tambah mahasiswa kelahiran tahun 2000 ini.

Untuk Kemenaker dan Kemenkop UKM, keduanya bekerja sama dalam hal persiapan dan sosialisasi program kepada masyarakat, baik secara langsung atau tidak. Selain itu, kedua kementerian tersebut juga berkoordinasi dengan baik satu sama lain, mempersiapkan tempat, mendata para pelaku UMKM yang akan mengikuti pelatihan, serta mengawasi jalannya program Gerdunas ini.

Sedangkan peran mahasiswa selaku perwakilan universitas, lanjut Ahmat, yakni mensosialisasikan di wilayah sekitar kampus sebagai elemen pelatih, serta mengawasi jalannya program Gerdunas ini. “Mahasiswa yang telah dilatih terlebih dahulu, menjadi elemen utama dalam pelatihan ini. Untuk itu, bisa juga dimasukkan dalam program KKN (Kuliah Kerja Nyata) kampus,” paparnya.

Dalam program ini, jelas Ahmat, terbagi menjadi tiga level pelatihan, yakni level pemula, mampu dan cakap. Level pemula ditujukan untuk pelaku UMKM yang sama sekali belum mengenal dasar-dasar komputer, sedangkan level mampu ditujukan untuk pelaku UMKM yang mengenal komputer, namun belum mengenal digital marketing. “Adapun level cakap merupakan lanjutan bagi yang telah menjalani level mampu,” tuturnya.

Lebih jelasnya, tambah Ahmat, pada level pemula, pelaku UMKM akan dikenalkan dengan berbagai perangkat lunak (software) dasar komputer, serta media sosial yang bisa dimanfaatkan. Pelatihan pembuatan website, google ads, copywriting, buyer persona, serta content marketing akan diajarkan pada level mampu.

Sedangkan pada level cakap akan diajarkan tentang Search Engine Marketing (SEM), Search Engine Optimization (SEO), Pay Per Click (PPC) dan lain sebagainya.

Untuk lebih mudah perealisasian program Gerdunas, Ahmat mendesain website khusus untuk program ini nantinya. Dalam website ini, tersedia tiga menu, yakni menu donasi, menu pencalonan wilayah bimbingan, dan menu daerah terbimbing. “Lewat website itu, masyarakat dapat berdonasi untuk program ini, merekomendasikan wilayah bimbingan baru, serta melihat daerah yang telah dibimbing,” ujarnya.

Berkat inovasinya yang dinilai oleh juri memiliki kebermanfaatan yang besar dan tergolong realistis ini, Ahmat berhasil menyabet juara ketiga, menyisihkan 152 mahasiswa lainnya dalam kompetisi ENECO ini.

Dirinya berharap agar prestasi ini dapat menjadi inspirasi, menambah wawasan dalam dunia keilmiahan, baik dalam essay, karya tulis dan lain sebagainya. “Semoga bisa memicu lagi semangat saya dan orang lain untuk terus berinovasi,” pungkasnya. (ita)

Economic National Essay Competition ENCO ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.