Mobil Hidrogen Tim Antasena ITS
TEKNOLOGI

Mobil Hidrogen Tim Antasena ITS

Tim Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berkesempatan untuk mengenalkan inovasinya terkait pengembangan mobil hidrogen di Indonesia.

Kali ini dengan menghadiri undangan dari Shell Indonesia pada ajang Shell Technology Forum 2019. Selain melakukan sosialisasi tentang pengembangan mobil hidrogen, Tim Antasena ITS juga mengisi seminar dengan topik Driving the Future: Towards Sustainable Energy. Kegiatan ini berlangsung di Nusa Dua, Bali, Selasa (3/9).

Bersama dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Achmad Sigit Dwiwahjono, Tim Antasena berbagi pegalaman dan cerita tentang pengembangan mobil hidrogen di Indonesia kepada masyarakat umum.
Mengingat Tim Antasena adalah tim pertama yang mengembangkan mobil bertenaga hidrogen buatan anak negeri sebagai alternatif mobil energi terbarukan selain mobil listrik. Penggunaan hidrogen juga lebih efisien karena waktu pengisian gasnya yang lebih singkat dibandingkan mobil listrik.

Sebelumnya, Tim Antasena ITS telah mendapatkan prestasi yang membanggakan yaitu dengan menyabet posisi terbaik kedua dalam kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2019 di Sepang, Malaysia.

Tim ini sekaligus mewakili Indonesia di tingkat yang lebih tinggi pada ajang Drivers World Championship di London.

Prestasi di kedua ajang tersebut semakin menegaskan eksistensi Tim Antasena dalam pengembangan mobil berbahan bakar hidrogen di Indonesia maupun internasional.

“Ini merupakan titik balik positif bagi tim kami setelah sebelumnya sempat vakum cukup lama,” ujar Iqbal Al Barsy, perwakilan dari Tim Antasena.

Mahasiswa yang tergabung di Tim Antasena setelah berkunjung ke eropa juga memaparkan bahwa pengembangan mobil berbahan bakar hidrogen di kawasan lain terutama eropa sudah lebih maju ke tahap yang lebih serius.

Sudah banyak stasiun pengisian bahan bakar hidrogen untuk mendukung penggunaan mobil bagi masyarakat luas. Hal ini bisa menjadi dorongan bagi masyarakat dan pemerintah untuk mulai memahami dan beralih pada penggunaan mobil berbahan bakar hidrogen.

Tim Antasena ITS juga turut memberikan materi dengan topik Driving the Future Towards Sustainable Energy terkait pengembangan mobil hidrogen

Lebih lanjut, pengembangan mobil berbahan bakar hidrogen bukanlah hal yang baru. Hal ini sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk lebih mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia terutama dari segi transportasi.

Tim Antasena sendiri juga sudah melakukan banyak riset dan inovasi terkait hal tersebut. Mereka juga telah bersinergi dengan Shell Indonesia untuk mengembangkan mobil hemat energi berbasis energi terbarukan hingga nantinya dapat diaplikasikan di masyarakat.

Selain melakukan kerja sama dengan Shell Indonesia, Tim Antasena juga menarik dukungan dari berbagai pihak terkait termasuk pemerintah. Ini menjadi bukti baik pemerintah maupun perusahaan energi sudah mulai melirik riset pengembangan mobil energi terbarukan untuk menyatakan dukungannya secara penuh.

Sejauh ini, respon masyarakat pun cukup positif dan siap menyambut perkembangan mobil berbahan bakar hidrogen di Indonesia.

Setelah mengikuti forum ini, Tim Antasena berharap agar masyarakat semakin mengerti akan pentingnya penggunaan mobil hidrogen sebagai alternatif energi terbarukan. Perusahaan dan pemerintah juga didorong agar peduli akan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

“Kami sendiri berharap bahwa nantinya baik pemerintah ataupun perusahaan otomotif di Indonesia mau mengaplikasikan hasil riset kami untuk mewujudkan mobil hidrogen nasional,” pungkas Iqbal. (ita)