Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
  • Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga
  • Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
  • Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara
  • Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Anak Massal, 75 Anak Resmi Dapatkan Legalitas Hukum
  • Sidak RSUD Soewandhie, Wali Kota Eri Evaluasi Layanan Farmasi, IGD, dan Sistem Antrean Pasien
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Nano Karbon Atasi Limbah Pewarna Batik

Nano Karbon Atasi Limbah Pewarna Batik

PERISTIWA redaksi24/09/2025 - 13:00 WIB

Program Studi Rekayasa Nanoteknologi, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan membantu pengrajin batik di Kota Batu mengatasi limbah pewarna batik yang berpotensi mencemari lingkungan, Sabtu (20/09).

Produksi batik di Kota Batu berkembang pesat hingga dikenal di tingkat internasional. Perkembangan ini berdampak positif bagi perekonomian lokal, tetapi menimbulkan persoalan lingkungan. Limbah cair dari proses pewarnaan batik mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari air, merusak ekosistem, bahkan menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang seperti gangguan pencernaan hingga kanker.

Sebagai solusi, tim UNAIR bersama UMKM batik memperkenalkan nanomaterial berbasis karbon dari batok kelapa untuk mengolah limbah cair. Prosesnya dilakukan dengan pembakaran pada suhu tertentu lalu dihaluskan menggunakan alat ball mill.

Material ini memiliki daya serap tinggi karena luas permukaannya besar, sehingga efektif menyerap zat pewarna berbahaya sebelum limbah dibuang ke lingkungan.

Sebanyak 21 pelaku UMKM batik mengikuti kegiatan yang digelar di SLB Eka Mulia, Kota Batu. Acara meliputi sosialisasi pembuatan nano-karbon, demonstrasi penggunaan, serta diskusi interaktif.

Para peserta juga mendapat paket nano-karbon siap pakai untuk diterapkan langsung pada proses produksi batik mereka. “Saya baru tahu limbah kelapa bisa dimanfaatkan untuk mengolah limbah pewarna batik,” ungkap salah satu peserta.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan siswa disabilitas SLB Eka Mulia yang ikut membantu proses produksi batik. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mampu mendukung pemberdayaan masyarakat secara inklusif.

Menurut ketua pelaksana, Tahta Amrillah, PhD, teknologi nano-karbon membantu pengrajin batik menerapkan produksi ramah lingkungan yang mendukung SDG 12 (konsumsi dan produksi berkelanjutan). Teknologi ini juga berkontribusi pada SDG 6 (air bersih dan sanitasi) serta SDG 13 (penanganan perubahan iklim).

“Program ini tidak hanya memberi solusi teknologi, tetapi juga mengubah perilaku pengrajin agar lebih peduli lingkungan,” jelas Tahta. Hal serupa disampaikan Mirza Ardella Saputra, PhD, yang menambahkan bahwa tim sedang mengembangkan prototipe pengolahan limbah berbasis nanoteknologi untuk dimanfaatkan langsung oleh UMKM batik.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Wakil Dekan III FTMM Prastika Krisma Jiwanti PhD. Ia berharap program ini berlanjut dan menghasilkan hilirisasi ilmu yang bermanfaat.

“Dengan aplikasi nanoteknologi, pengolahan limbah bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Harapannya, industri batik di Kota Batu terus berkembang tanpa mencemari lingkungan, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia pada pencapaian SDGs,” ujarnya. (ita)

FTMM Unair nano karbon nanoteknologi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

17/07/2026 - 17:25 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga

16/07/2026 - 20:57 WIB

Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

16/07/2026 - 20:45 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB

Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Anak Massal, 75 Anak Resmi Dapatkan Legalitas Hukum

16/07/2026 - 20:23 WIB

Comments are closed.

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

17/07/2026 - 17:25 WIB

Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan

17/07/2026 - 17:18 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga

16/07/2026 - 20:57 WIB

Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

16/07/2026 - 20:45 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.