Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
  • Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga
  • Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran
  • Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
  • UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Peluang Besar Pertanian Indonesia

Peluang Besar Pertanian Indonesia

PEMERINTAHAN redaksi28/06/2024 - 15:00 WIB

Potensi besar lahan kering di Indonesia dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan meningkatkan ekspor produk hortikultura. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah, pertanian Indonesia siap mendunia.

Menurut data BPS tahun 2019, luas lahan kering di Indonesia mencapai 63,4 juta hektare atau sekitar 33,7% dari total luas lahan Indonesia. Dari jumlah tersebut, 8,8 juta hektare telah dimanfaatkan untuk pertanian, 26,3 juta hektare digunakan untuk pertanian lahan kering campur semak, dan 18 juta hektare untuk perkebunan. Sisanya, sekitar 10,3 juta hektare, belum diusahakan.

Jika produktivitas lahan yang telah diusahakan, yaitu sebesar 53,1 juta hektare, ditingkatkan rata-rata 100 kilogram per hektare, maka akan ada tambahan produksi padi nasional sebesar 5,31 juta ton. Produk pertanian Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, karet, rempah-rempah, dan produk lainnya, memiliki peran signifikan, baik untuk kebutuhan lokal maupun pasar ekspor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor produk buah-buahan nasional pada tahun 2023 berkontribusi sebesar USD 637,93 juta dengan total volume ekspor meningkat 10,28% year-on-year (yoy) mencapai 1,20 juta ton. Sedangkan ekspor rempah-rempah mencapai USD 613,79 juta dengan peningkatan volume hingga 26,75%, mencapai 157,79 ribu ton.

Kinerja ekspor komoditas buah-buahan dan rempah Indonesia terus bertumbuh signifikan. Pada periode Januari-Maret 2024, nilai ekspor produk buah-buahan mencapai USD 262,44 juta, naik 65,37% yoy dari USD 158,70 juta pada periode yang sama tahun 2023. Sedangkan ekspor produk rempah mencapai USD 178,47 juta, meningkat 13,58% yoy dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

Meningkatnya ekspor produk hasil bumi ini menunjukkan bahwa buah-buahan dan rempah asal Indonesia menjadi incaran pasar internasional. Peluang ekspor produk hortikultura pun terbuka luas dengan ketersediaan produk yang berlimpah.

Melihat potensi tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya meningkatkan ekspor produk hortikultura dalam negeri melalui kegiatan “A Day of Indonesia’s Hortus Colere: Indonesian Horticulture Go Global” di Hotel Manhattan, Jakarta, pada Jumat (14/06).

Melalui acara tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan jaringan dan peluang bisnis, terutama dalam mengembangkan kolaborasi dan membuka akses pasar bagi produk hortikultura di pasar global.

“Kementan memiliki peran penting sebagai motivator, fasilitator, regulator, dinamisator, dan membangun iklim usaha yang kondusif untuk mendukung pengembangan akses pasar seperti ekspor,” ujar Prihasto yang juga menjabat sebagai Plt Sekretaris Jenderal Kementan.

Pada momen yang sama, Kementan juga memfasilitasi kegiatan business matching untuk mendukung peningkatan ekspor produk hortikultura Indonesia ke negara tujuan ekspor dengan melibatkan 18 negara mitra yang hadir, seperti Pakistan, Filipina, Kamboja, Belanda, Korea Selatan, Rusia, Denmark, Finlandia, Tiongkok, Singapura, Timor Leste, Taiwan, Malaysia, India, Papua Nugini, Zimbabwe, Jepang, dan Australia.

Dalam aspek ketahanan pangan dalam negeri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pengembangan industri pangan melalui hilirisasi produk pertanian, sehingga tercipta diversifikasi produk pangan yang memanfaatkan sumber daya lokal dengan meningkatkan nilai tambah.

Pemerintah berharap hilirisasi produk pertanian dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyatakan bahwa hilirisasi produk pertanian merupakan tulang punggung ketahanan pangan Indonesia. Masyarakat tidak hanya membutuhkan bahan pangan segar, tetapi juga olahan pangan lanjutan. (indonesia.go.id)

pertanian
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Comments are closed.

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.