Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Peluang Besar Pertanian Indonesia

Peluang Besar Pertanian Indonesia

PEMERINTAHAN redaksi28/06/2024 - 15:00 WIB

Potensi besar lahan kering di Indonesia dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan meningkatkan ekspor produk hortikultura. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah, pertanian Indonesia siap mendunia.

Menurut data BPS tahun 2019, luas lahan kering di Indonesia mencapai 63,4 juta hektare atau sekitar 33,7% dari total luas lahan Indonesia. Dari jumlah tersebut, 8,8 juta hektare telah dimanfaatkan untuk pertanian, 26,3 juta hektare digunakan untuk pertanian lahan kering campur semak, dan 18 juta hektare untuk perkebunan. Sisanya, sekitar 10,3 juta hektare, belum diusahakan.

Jika produktivitas lahan yang telah diusahakan, yaitu sebesar 53,1 juta hektare, ditingkatkan rata-rata 100 kilogram per hektare, maka akan ada tambahan produksi padi nasional sebesar 5,31 juta ton. Produk pertanian Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, karet, rempah-rempah, dan produk lainnya, memiliki peran signifikan, baik untuk kebutuhan lokal maupun pasar ekspor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor produk buah-buahan nasional pada tahun 2023 berkontribusi sebesar USD 637,93 juta dengan total volume ekspor meningkat 10,28% year-on-year (yoy) mencapai 1,20 juta ton. Sedangkan ekspor rempah-rempah mencapai USD 613,79 juta dengan peningkatan volume hingga 26,75%, mencapai 157,79 ribu ton.

Kinerja ekspor komoditas buah-buahan dan rempah Indonesia terus bertumbuh signifikan. Pada periode Januari-Maret 2024, nilai ekspor produk buah-buahan mencapai USD 262,44 juta, naik 65,37% yoy dari USD 158,70 juta pada periode yang sama tahun 2023. Sedangkan ekspor produk rempah mencapai USD 178,47 juta, meningkat 13,58% yoy dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

Meningkatnya ekspor produk hasil bumi ini menunjukkan bahwa buah-buahan dan rempah asal Indonesia menjadi incaran pasar internasional. Peluang ekspor produk hortikultura pun terbuka luas dengan ketersediaan produk yang berlimpah.

Melihat potensi tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya meningkatkan ekspor produk hortikultura dalam negeri melalui kegiatan “A Day of Indonesia’s Hortus Colere: Indonesian Horticulture Go Global” di Hotel Manhattan, Jakarta, pada Jumat (14/06).

Melalui acara tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan jaringan dan peluang bisnis, terutama dalam mengembangkan kolaborasi dan membuka akses pasar bagi produk hortikultura di pasar global.

“Kementan memiliki peran penting sebagai motivator, fasilitator, regulator, dinamisator, dan membangun iklim usaha yang kondusif untuk mendukung pengembangan akses pasar seperti ekspor,” ujar Prihasto yang juga menjabat sebagai Plt Sekretaris Jenderal Kementan.

Pada momen yang sama, Kementan juga memfasilitasi kegiatan business matching untuk mendukung peningkatan ekspor produk hortikultura Indonesia ke negara tujuan ekspor dengan melibatkan 18 negara mitra yang hadir, seperti Pakistan, Filipina, Kamboja, Belanda, Korea Selatan, Rusia, Denmark, Finlandia, Tiongkok, Singapura, Timor Leste, Taiwan, Malaysia, India, Papua Nugini, Zimbabwe, Jepang, dan Australia.

Dalam aspek ketahanan pangan dalam negeri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pengembangan industri pangan melalui hilirisasi produk pertanian, sehingga tercipta diversifikasi produk pangan yang memanfaatkan sumber daya lokal dengan meningkatkan nilai tambah.

Pemerintah berharap hilirisasi produk pertanian dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyatakan bahwa hilirisasi produk pertanian merupakan tulang punggung ketahanan pangan Indonesia. Masyarakat tidak hanya membutuhkan bahan pangan segar, tetapi juga olahan pangan lanjutan. (indonesia.go.id)

pertanian
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.