Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Risma Ingin Pengrajin Batik Variatif

Risma Ingin Pengrajin Batik Variatif

EKONOMI BISNIS redaksi10/08/2018 - 12:00 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengumpulkan seluruh pelaku UKM Batik Tie Dye (batik celup) se-Surabaya, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan produk pengrajin batik celup Surabaya agar lebih variatif.

Pertemuan ini, merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ke Liverpool Inggris.

Dihadapan puluhan pengrajin batik Tie Dye Surabaya, Wali Kota Risma menyampaikan hal terkait hasil pertemuannya dengan Wakil Wali Kota Liverpool Gary Millar.

Menurut Gary yang disampaikan Wali Kota Risma, bahwa tahun depan yang akan jadi trending fashion adalah Batik Tie Dye.

“Maka dari itu, saya mengadakan pertemuan hari ini untuk menyampaikan hal tersebut kepada panjenengan (anda),” kata Wali Kota Risma dihadapan puluhan pengrajin batik celup, bertempat di Ruang Sidang Balai Kota, Selasa (07/08).

Kendati demikian, Risma berharap agar para pengrajin batik celup Surabaya bisa lebih variatif dalam memproduksi kerajinannya.

Selain itu, ia juga berpesan agar pengarijin batik celup tidak hanya fokus membuat kain. Namun, bisa dikembangkan dengan membuat produk lain, seperti baju, dompet dan tas.

“Kita tidak boleh sekarang ini hanya membuat batik celup saja. Kita teknisnya juga harus ditingkatkan. Selain itu, desain juga harus ditingkatkan. Jadi bukan hanya sekedar membuat batik celup saja,” pesannya.

Menurut dia, pengrajin batik celup Surabaya, kedepan harus bisa menyasar pangsa pasar kalangan menengah ke atas, agar omset penghasilannya juga lebih meningkat. Maka dari itu, ia berharap agar pengrajin batik celup Surabaya perlu untuk lebih mengeksplorasi produk kerajinannya.

“Aku berharap ayo semua masuk ke yang lain, dengan teknologi yang sama, desainnya harus beda jadi nanti harganya bisa lebih tinggi,” imbuhnya.

Risma menuturkan, perlunya desain yang kreatif dan pemilihan warna yang tepat juga menjadi daya tarik sendiri bagi para pembeli. Ia menyarankan kepada para pengrajin batik agar perlu memperhatikan hal tersebut, seperti warna dan desain sekarang yang lagi trend.

“Liat trend sekarang ini, yang ramai warna apa. Trus desain bajunya seperti apa, coba itu ikuti,” katanya.

Dari hasil pertemuan ini, rencananya Risma bakal memberikan pelatihan khusus bagi para pengrajin batik celup Surabaya.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan produk batik celup Surabaya. Selain itu, bertujuan agar pengrajin batik Surabaya bisa lebih mengembangkan produknya.

“Tahun depan, saya berharap ibu-ibu bisa masuk wilayah menengah atas. Saya tidak mau harga jualnya cuma Rp 250 ribu. Jadi artinya, ada desain khusus, kalau ada pemesanan murah ndak apa-apa dilayani, tapi juga ada harga dengan baju yang kualitas khusus,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengrajin batik celup dari Kutisari Selatan Surabaya, Theresia Yusufiani Rahayu mengaku senang bisa bertemu Risma. Menurutnya, dari hasil pertemuan itu, banyak sekali masukan dan saran yang bermanfaat untuk meningkatkan dan mengembangkan produk kerajinannya.

“Kami diberi beberapa masukan dan saran, agar kedepan desain produk bisa lebih bagus, supaya bisa masuk ke kalangan menegah atas,” ungkap pemilik usaha batik celup Yayu Thres ini. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.