Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»GAYA HIDUP»Sisi Negatif Over Exposure di Medsos

Sisi Negatif Over Exposure di Medsos

GAYA HIDUP redaksi09/05/2022 - 16:00 WIB

Media sosial saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Berbagai momentum maupun potret kehidupan pribadi sering kali dibagikan di media sosial masing-masing. Tentunya hal ini memiliki kelebihan dan kekurangan, bukan?

Menurut pakar Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Ike Herdiana M Psi, ekspos diri di media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan manusia. Ekspos diri ini dilakukan agar lebih dikenal orang lain. Tidak hanya itu, menurut Ike fenomena ekspos diri di media sosial telah menjadi kebutuhan manusia untuk mendongkrak kepopuleran.

“Sekarang memang eranya medsos. Semua potret kehidupan kita sudah lebih mudah di-share di medsos, sebagai medianya. Hal ini memenuhi salah satu kebutuhan manusia untuk dikenal oleh orang lain. Begitu pula kebutuhan manusia modern sekarang yakni popularitas,” ujarnya kepada tim UNAIR NEWS pada Jumat (29/04) lalu.

Menurut Ike, fenomena ekspos diri di media sosial tidak hanya membagikan diri sendiri namun sebagai ajang self branding terkait dengan kelebihan maupun prestasi diri kepada orang lain.

“Selain itu, medsos juga bisa digunakan sebagai media untuk mengekspos diri sendiri, baik dalam konteks ingin memperlihatkan kelebihan diri, kemampuan diri, kompetensi diri, atau apapun. Tujuannya juga beragam. Ada yang untuk self branding atau sekadar membagi informasi kepada khalayak melalui medsos,” katanya.

Sering membagikan hal-hal mengenai diri sendiri di media sosial menurut Ike ditengarai beberapa hal. Seperti ingin lebih dikenal, menaikkan popularitas, serta membagikan edukasi maupun informasi. Ada pula keinginan self branding, menghibur diri, serta untuk mengikuti tren masa kini.

Tidak hanya itu, menurut Ike, sering mengekspos diri sendiri juga dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah dan malah dijadikan sebagai profesi. “Sekarang malah sudah banyak orang mengais keuntungan finansial dari medsos, jadi bisa juga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” tuturnya.

Di balik berbagai sisi positif mengekspos diri di media sosial, ternyata terdapat sisi negatif yang tidak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. Menurut Ike, tidak ada yang salah dengan melakukan ekspose atau share dalam bermedia sosial. Tetapi dilakukan dengan tidak berlebihan atau over exposure.

Over exposure dalam bermedia sosial dapat memicu tindakan kejahatan atau bahkan menjadi target tindakan kriminalitas. Di sisi lain, seseorang akan mudah merasa stres dan depresi lantaran adanya tuntutan untuk dapat membuat konten.

Dampak lainnya yakni ketika seseorang terlalu aktif dalam bermedia sosial tentunya tidak lepas dari respons negatif dari khalayak umum atas konten yang telah dibagikan.

“Ekspos berlebihan juga membuat seseorang mudah stres, bahkan menjadi depresi, karena setiap saat selalu berada dalam tekanan untuk menghasilkan konten. Kemudian juga turut mengelola emosi ketika ada yang memberikan respon negatif kepada hal yang kita share, dan kita terus menerus hidup untuk memenuhi tuntutan orang lain,” tuturnya.

Menurut Ike, rentetan dari tindakan tersebut akan memicu seseorang untuk terdorong ke arah mencari popularitas saat bermain media sosial. Dimana seseorang yang terlalu over exposure berharap mendapatkan banyak respons dari netizen.

Secara tidak langsung, seseorang yang mengalami hal tersebut akan terus berusaha memenuhi keinginan netizen. Apabila tidak terpenuhi, dapat memicu perasaan yang menyenangkan bagi diri sendiri. (ita)

Sisi Negatif Over Exposure di Medsos
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.