Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Strategi Pariwisata Pasca Pandemi

Strategi Pariwisata Pasca Pandemi

JALAN-JALAN redaksi15/08/2020 - 15:00 WIB

Selama pandemi COVID-19 salah satu sektor yang pertama kali dan paling terdampak adalah pariwisata. Menurut Ketua Departemen Bisnis Fakultas Vokasi UNAIR Dr Sri Endah Nurhidayati SSos MSi terdapat beberapa dampak yang signifikan COVID-19 terhadap pariwisata.

Dampak tersebut seperti pelarangan penerbangan, penutupan destinasi wisata, penurunan jumlah wisatawan, penurunan okupansi akomodasi, serta penurunan seluruh usaha turunan dari sektor pariwisata.

Kenyataan bahwa pariwisata hadir sebagai sentra perekonomian suatu wilayah akhirnya mendorong pemerintah daerah untuk lebih peka terhadap strategi manajemen pariwisata yang tepat seusai pandemi berakhir. Menurut Dr Sri Endah, pemerintah harus mulai melakukan strategi perubahan melalui shifting tourism paradigm.

“Pariwisata dulu selalu orientasinya untuk hiburan, senang-senang. Sekarang, paradigmanya harus berubah. Pariwisata harus berorientasi akan tanggung jawab dan self-development baik oleh pengelola wisata maupun pengunjung,” kata Dr Sri Endah dalam Kuliah Umum Vokasi UNAIR yang digelar pekan lalu.

Dr Sri Endah mengatakan bahwa Indonesia akan menghadapi tantangan berat dalam mengembalikan gairah wisata pasca pandemi. Dia melihat bahwa nantinya orang-orang semakin selektif dalam memilih tujuan wisata karena adaptasi baru yang terbentuk akibat virus COVID-19.

Mereka akan lebih memperhatikan bagaimana infrastruktur, sanitasi, dan kebersihan daripada sekadar keindahan atau daya tarik destinasi wisata.

Maka dari itu, mulai sekarang pengelola wisata dan pemerintah daerah harus bersiap membangun protokol dan sistem wisata yang terintegrasi. Sistem yang dimaksud oleh Dr Sri Endah adalah next normal tourism yang berbasis pada safety, surprise, serta self-development.

“Pengalaman wisata yang berbeda tetap ditekankan. Tapi, juga perlu dikembangkan informasi dan teknologi komunikasi sehingga terbentuk paradigma industri pariwisata 4.0. Selain itu, customized approach harus jalan dengan orientasi lingkungan, perilaku wisatawan, sosio kultur, sama profit ekonomi,” ungkapnya.

Mengikuti perubahan sistem, harus diingat pula bahwa perilaku wisatawan juga harus turut berubah. Untuk mempertahankan sustainability, wisatawan harus mampu mengembangkan sikap hormat dan perilaku bertanggung jawab ketika mengunjungi destinasi wisata. Sehingga nantinya next normal tourism akan mampu dijalankan dengan baik.

Selain Dr Sri Endah, acara yang bertajuk Menakar Kebijakan dan Pelaksanaan Pelayanan Publik di Masa Pandemi tersebut turut menghadirkan Walikota Bima, Nusa Tenggara Barat yang berbagi mengenai orientasi kebijakan dan pelayanan publik di Kota Bima selama pandemi.

Gelaran kuliah umum hasil kolaborasi UNAIR, Pemkot Bima, dan provider by.U tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, maupun pejabat pemerintahan. (ita)

strategi pariwisata
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

Stasiun Jakarta Kota, Simpul Transportasi Bersejarah

24/09/2025 - 11:00 WIB

Pacu Jalur Harumkan Indonesia di Dunia

21/08/2025 - 14:00 WIB

Ampel Tourist Information Center di Quds Royal Hotel Diluncurkan

08/08/2025 - 08:00 WIB

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka

05/08/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.