Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Nurtanio Siap Jelajahi Pedalaman

Nurtanio Siap Jelajahi Pedalaman

TEKNOLOGI redaksi15/11/2017 - 10:00 WIB

Usai resmi diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo, pesawat N219 ternyata langsung diminati banyak negara. Salah satu yang berminat untuk membeli pesawat rancangan anak bangsa ini ialah pemerintah Meksiko.

Tenaga Ahli Pengembangan Pesawat Terbang PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Andi Alisjahbana, menyebutkan, selain Meksiko, banyak negara lain yang tertarik dengan produk hasil kerja sama antara PTDI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) itu.

“Dari luar juga ada, tapi bukan negara–negara Eropa atau Amerika, melainkan negara–negara Afrika, Asia seperti Vietnam, Laos, dan Myanmar juga tertarik,” kata Andi di Jakarta.

Meski banyak peminat N219, Andi mengaku, PTDI belum menawarkan ke banyak negara. Dia mengaku saat ini lebih ditawarkan di dalam negeri. “Saat ini belum kami tawarkan karena kita lebih fokus dalam negeri aja begitu banyak. Ini dirancang untuk Indonesia dulu.”

Pesawat terbang N219, dikatakan sejak awal dirancang khusus untuk daerah pegunungan Papua. Ia diharapkan dapat mendukung program Jembatan Udara.

Pasalnya, moda transportasi udara ini dapat menjangkau daerah dengan kondisi georafis berbukit–bukit dan tidak memerlukan landasan berukuran besar, cukup landasan pacu sepanjang 500 meter saja.

Hebatnya lagi, pesawat ini dikatakan akan mudah mendarat di landasan yang tidak beraspal, atau bahkan berbatu sekalipun.

Pesawat N219 pun diyakini dapat menjadi solusi untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar seperti di pegunungan Papua dan Papua Barat.

Pesawat hasil karya anak bangsa ini menggunakan dua mesin turbodrop yang mengacu pada regulasi internasional. Dapur pacu N219 berupa sepasang mesin Pratt and Whitney ini mampu terbang dengan kecepatan hingga 213 knots atau 394,5 km per jam.

Andi mengungkapkan, penjualan secara komersial baru bisa dilakukan pada 2019 setelah prototipe N219 mendapatkan type certificate (TC) dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan dan seusai terbang selama 300 jam.

“Kita belum bisa ngasih harga tepatnya berapa. Kita baru bisa jual mungkin 2019, sesudah dapat sertifikasi.”

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pun mengapresiasi PTDI dan Lapan yang bekerja sama dalam membangun N219.

Menurut dia, Nurtanio akan digunakan untuk moda transportasi penyambung tol laut guna mengangkut logistik dan penumpang yang tinggal di daerah pedalaman. “Pengembangan pesawat ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Nawa Cita,” kata Airlangga. (mi)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Jam Tangan Daur Ulang Mahasiswa ITS

18/10/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.