Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Program RTLH Sudah Renovasi 1.825 Rumah

Program RTLH Sudah Renovasi 1.825 Rumah

KOMUNITAS redaksi01/12/2017 - 15:00 WIB

Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo menutup program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan sanitasi komunal (MCK) Tahun 2017. Penutupan ini sebagai tanda tuntasnya kerjasama renovasi 1.825 rumah dan telah dibangun 9 unit sanitasi komunal di Jatim khusus masyarakat pesisir tahun 2017.

Pakde Karwo biasa ia disapa menjelaskan, bahwa program RTLH merupakan bentuk kepedulian antara pemerintah, TNI dan rakyat dalam mempercepat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir menuju kehidupan lebih layak.

Program RTLH bagi masyarakat pesisir dimulai sejak 2015 dengan merenovasi sebanyak 1.025 rumah dan 1.600 rumah di tahun 2016. Sedangkan RTLH 2017 sebanyak 1.825 rumah, yang terbagi dalam 4 satuan pelaksanaan antara lain Lanal Batuporon, Lanal Banyuwangi, Lanal Malang dan Dispotmar Lantamal V.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberi hormat kepada TNI. Ini pekerjaan yang sangat terpuji dari tugas TNI militer non perang dengan mengabdikan diri sehingga mengharumkan nama TNI AL di mata masyarakat,” ujarnya saat penutupan program RTLH di Lapangan Upacara Gedung Balai Prajurit Lantamal V Jl. Kalianak Timur, Kamis (30/11).

Kegiatan ini, lanjut Pakde Karwo adalah salah satu contoh dalam konsep TNI yakni pembinaan teritori yang telah dilakukan sangat baik. Sesuai dengan kelahiran TNI dari rakyat untuk rakyat, maka suara rakyat lah yang menjadi dasar dari setiap kebijakan TNI hingga saat ini.

“Ini bentuk implementasi dan sinergi sangat baik antara pemerintah, TNI dengan rakyat sehingga rakyat bisa merasakan dampak positif dari kegiatan RTLH ini. Terutama bagi masyarakat pesisir,” imbuhnya.

Di hadapan seluruh peserta upacara, Pakde Karwo menegaskan, bahwa Pemprov dan DPRD Jatim bertekad untuk melanjutkan program RTLH dengan menyediakan anggaran pada Tahun 2018.

Anggaran untuk RTLH tersebut bertujuan untuk terus memberikan manfaat dari pemerintah kepada TNI sehingga kemanunggalan antara TNI dan rakyat bisa terus dilaksanakan.

Saat ini, terdapat 253.524 RTLH. Dari jumlah tersebut, yang telah dikerjakan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota baru 150.000 renovasi rumah, sementara yang dikerjakan oleh provinsi dan TNI mencapai 112.000 renovasi rumah. Jika dikerjakan sebanyak 20.000 renovasi rumah/tahun dalam dua tahun akan bisa terselesaikan.

“Program RTLH Tahun 2018 akan kita masukkan di P-APBD. Nantinya kegiatan bisa dilaksanakan oleh TNI AL maupun Kodam V Brawijaya. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi bagian dari deteksi dini dari setiap permasalahan masyarakat yang ditimbulkan,” tegasnya.

Ditemui seusai acara, Pakde Karwo menjelaskan, bahwa program RTLH merupakan wujud konkrit dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Bahkan, masyarakat sekitar pesisir diberi keterampilan cara berbudidaya secara produktif.

“Program ini sangat jelas membantu masyarakat miskin. Selain membangun RTLH dan MCK, masyarakat pesisir diberikan keterampilan dengan cara budidaya ikan serta kegiatan ekonomi produktif masyarakat pesisir seperti keramba dan restocking. Ini sangat terintegrasi dan saling memberi manfaat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jatim,” tutupnya. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.