Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Ini Rekor Ikan Tuna Bakar Terberat

Ini Rekor Ikan Tuna Bakar Terberat

KOMUNITAS redaksi07/12/2017 - 13:00 WIB

Dalam rangka merayakan puncak acara ulang tahun yang ke-12, kali ini PT Perikanan Nusantara (Perinus) menggelar pemecahan rekor MURI untuk mengelola ikan tuna bakar terberat di Indonesia akhir pekan lalu di Lapangan Parkir Sarinah Thamrin Jakarta.

Dalam acara itu, turut hadir Rifky Effendi Hardijanto Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyaksikan hidangan ikan tuna bakar seberat 80,9 kg.

Sebelum kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti dalam memoratorium kapal asing di perairan Indonesia, Direktur Utama Perinus Dendi Anggi Gumilang mengungkapkan bahwa pihaknya hanya mampu memecahkan rekor seberat 35 kg.

Bahkan rata-rata, pihaknya hanya mampu mendapatkan ikan tuna dengan berat di bawah 20 kg. Namun saat ini Perinus mampu mendapatkan ikan tuna yang ukurannya lebih dari dua kali lipatnya.

“Ikan (tuna seberat 80,7 kg) ini didapat dari Morotai dari hasil penangkapan Perinus. Rekor sebelumnya hanya 35 kg dan sekarang kami berhasil mendapatkan lebih dari dua kali lipatnya. Melalui acara ini, kami ingin membuktikan kebijakan KKP memberikan dampak bahwa ikan yang ditangkap nelayan saat ini berat-berat,” ungkap Dendi pada sambutannya.

Ini menjadi bukti bahwa kebijakan Menteri Susi dalam memberantas penangkapan ikan ilegal mampu memberikan dampak positif bagi nelayan kecil dan pengusaha perikanan. Bahkan jumlah stok ikan lestari Indonesia (MSY) terus meningkat hingga pada 2016 mencapai 12,54 juta ton.

Komisaris Utama Perinus M Zulfikar Muchtar menyampaikan bahwa minimnya stok ikan di perairan Indonesia terjadi karena banyaknya kapal-kapal besar dari berbagai negara menangkap ikan secara ilegal di Indonesia.

Tak hanya itu, masuknya kapal-kapal besar ini menyebabkan semakin kecil kesempatan nelayan Indonesia untuk menangkap ikan. Melalui kebijakan pemberantasan illegal fishing ini, menurutnya, dapat menciptakan ruang kesempatan bagi nelayan untuk menangkap ikan, meningkatnya jumlah stok ikan Indonesia, dan hasil akhirnya dapat memudahkan nelayan untuk menangkap ikan.

Tuna yang merupakan salah satu migratori spesies ini memiliki prospek yang sangat besar bagi Indonesia ke depannya. Apalagi Indonesia menjadi salah satu kampung halaman Tuna.

Zulfikar menyampaikan bahwa KKP sedang mengupayakan agar kualitas ikan tuna di Indonesia bisa mencapai grade satu. Sebab harga di pasar jauh berbeda antara ikan tuna grade 1 dengan ikan tuna grade 3.

“Kualitas tuna di Indonesia pada umumnya saat ini hanya mencapai grade tiga. Kalau ini bisa (red. kualitas ikan tuna Indonesia grade satu) dengan tonase yang sama, value-nya akan meningkat sehingga pendapatan nelayan bisa mencapai empat kali lipatnya,” terang pria yang akrab disapa Rifky itu.

Perinus merupakan BUMN yang bergerak dalam bisnis perikanan. Dengan adanya kedekatan bisnis antara nelayan dengan Perinus, Rifky berharap dapat memberikan hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain dengan memberi kesempatan nelayan-nelayan kecil untuk menjual ikan hasil tangkapannya melalui Pernius.

“Perinus merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang perikanan. Saya berharap Pernius dapat membeli ikan dari nelayan untuk dijual kepada pembeli yang potensial. Dengan kata lain ini tidak hanya meningkatkan omzet perusahaan tapi juga dapat membantu nelayan kecil, “ terang Rifky dalam jumpa pers.

Salah satu buktinya, ikan tuna di Morotai yang semula dikubur karena nelayan kecil tidak mampu menjual hasil tangkapannya, sekarang bisa dinikmati oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Jenis tuna yang dibakar adalah ikan tuna Big Eye atau ikan tuna mata lebar dengan panjang 160,06 cm, lingkar badan 122 cm, dan berat 80,9 kg. Di nusantara, ikan ini juga dikenal dalam berbagai nama seperti ikan tuna mata belo, sisiak bonta, bet, jabrig, atau ikan bungkulis.

Ikan tuna jenis ini merupakan ikan konsumsi tangkapan penting dalam industri perikanan dan menjadi target penangkapan dalam rekreasi memancing. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.