Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Tawari Bantuan Perdamaian Afghanistan

Tawari Bantuan Perdamaian Afghanistan

PEMERINTAHAN redaksi07/12/2017 - 09:00 WIB

Ibu Negara Afghanistan, Rula Ghani, selama 2 (dua) hari di Indonesia menjadi keynote speaker simposium nasional mengenai peran perempuan di dalam perdamaian dan juga melakukan pertemuan dengan beberapa kelompok perempuan, antara lain dengan anggota parlemen, pemimpin agama, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan First Lady Afghanistan di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (5/12) sore.

“Dan beliau menceritakan kekagumannya terhadap apa yang dilakukan atau kemajuan yang dialami para perempuan Indonesia. Di salah satu statement beliau kepada Bapak Presiden adalah di Indonesia, kelompok-kelompok organisasi perempuan ini banyak sekali berkontribusi untuk membantu perempuan,” ujar Menlu.

Lebih lanjut, Menlu menyampaikan bahwa Ibu Negara Afghanistan juga mengatakan ingin kembali ke Indonesia lagi untuk memperdalam beberapa hal yang sifatnya lebih teknis. Misalnya, sambung Menlu, ingin melihat bagaimana pemberdayaan perempuan dijalankan pada level desa.

“Karena kita memiliki kerja sama yang sangat maju dengan untuk pemberdayaan perempuan pada grassroot level. Itu hal-hal yang beliau ingin dalami lagi,” kata Menlu.

Di dalam konteks yang lebih jauh, Menlu menyampaikan bahwa dirinya sempat diutus Presiden Jokowi ke Afghanistan untuk menanyakan apa yang dapat dibantu Indonesia dalam perdamaian di Afghanistan karena perang atau konflik yang sudah berjalan selama hampir 40 tahun.

“Intinya adalah begini, atas permintaan Afghanistan tentunya, Indonesia commited atau memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kerja sama di dalam konteks peace building. Dalam hal peace building ini kita berbagi pengalaman mengenai bagaimana Indonesia menangani konflik yang pernah ada di Indonesia,” ujar Menlu.

Pelajaran yang ingin diambil, lanjut Menlu, bagaimana Indonesia merangkai 17.000 pulau ini menjadi satu karena meski banyak sekali suku, etnis, agama. Ia menambahkan tadi Ibu Negara Afghanistan menyampaikan mengenai Pancasila sebagai perekat dan sebagainya.

“Terus kemudian juga bagaimana pertukaran ulama-ulama antara kedua belah pihak. Teman-teman tahu bahwa di Afghanistan kita memiliki Indonesian Islamic Centre, masjidnya sudah berdiri, kita sekarang mulai pembangunan klinik/health clinic dan lain sebagainya. Dan tentunya, satu elemen di dalam konteks peace building ini adalah untuk pemberdayaan perempuan,” kata Menlu Retno.

Pemberdayaan perempuan ini, menurut Menlu, baik untuk perdamaian maupun economic empowerment karena bisa juga memberdayakan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat ekonomi. Bukan berarti perempuan harus bekerja di luar rumah, sambung Menlu, karena banyak sekali contoh ibu-ibu tetap di rumah tetapi diberdayakan secara ekonomi.

“Jadi itulah kira-kira yang dibahas dalam pertemuan kunjungan kehormatan Ibu Negara Afghanistan kepada Presiden Republik Indonesia,” papar Menlu.

Saat diskusi, Menlu menyampaikan bahwa Presiden Jokowi menceritakan bagaimana majemuknya Indonesia dan lain sebagainya. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi sangat menyambut baik dan akan mengundang Ibu Negara Afghanistan untuk datang kembali ke Indonesia bila masih ada hal-hal yang diperlukan untuk diketahui.

“Karena kunjungan beliau, sekali lagi, hanya 2 hari sehingga belum bisa sampai melihat yang lebih detail bagaimana economic empowerment, bagaimana pesantren kita. Beliau sangat tertarik melihat bagaimana pesantren di Indonesia,” pungkas Menlu di akhir pernyataan kepada pers. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.