Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Prospek Ekonomi Balon Udara Tradisional

Prospek Ekonomi Balon Udara Tradisional

PEMERINTAHAN redaksi16/12/2017 - 16:00 WIB

AirNav Indonesia menyatakan siap mendorong transformasi penerbangan balon udara tradisional menjadi peluang ekonomi yang dapat berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan ini disampaikan Manajer Manager Humas Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Yohanes Sirait saat acara sosialisasi penerbangan balon udara yang aman bagi keselamatan penerbangan, beberapa waktu lalu di Pekalongan.

Balon udara tradisional memiliki potensi ekonomi yang luar biasa jika dapat digali bersama. Hasil kajian yang dilakukan AirNav, belum ada satupun negara di dunia yang memiliki festival penerbangan balon udara tradisional yang menggunakan bahan-bahan tradisional.

“Kami bersama stakeholder penerbangan lain siap untuk menginisiasi event dengan dukungan dari seluruh masyarakat termasuk Pekalongan,” ungkap Yohanes.

Dijelaskannya, sejauh ini balon udara tradisional masih dinilai sebagai ancaman bagi penerbangan. Laporan dari para pilot pada angkutan lebaran 2017 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dari 14 laporan gangguan balon udara pada 2016, melonjak menjadi 63 laporan sampai dengan Juli 2017 atau naik sebesar 450%.

Laporan pilot yang melihat balon udara pada ketinggian 0–15.000 kaki sejumlah 17 laporan, ketinggian 15.000–25.000 kaki sebanyak 8 laporan dan di atas ketinggian 25.000 kaki sebanyak 20 laporan.

“Perlu diketahui bahwa di atas ketinggian 25.000 kaki adalah area ACC control di mana terdapat banyak sekali penerbangan internasional,” paparnya.

Rute penerbangan yang terdampak gangguan balon udara ini adalah Whisky 45 (W45) yang merupakan salah satu rute penerbangan tersibuk di dunia yang menyambungkan Jakarta–Surabaya.

AirNav Indonesia kemudian memblok sebagian ruang udara Pekalongan, Semarang, Purwakarta, Yogyakarta dan ditarik hingga Laut Jawa yang terindikasi terdapat gangguan balon udara. Yohanes menambahkan bahwa pihaknya juga sempat membuat rute alternatif untuk mengindari area yang terdampak balon udara.

“Karena W45 terdampak, kami membuat rute alternatif W15-M635 untuk rute Jakarta – Surabaya. Akibatnya rute menjadi lebih jauh sehingga konsumsi bahan bakar pesawat udara juga semakin banyak. Bahkan pilot sempat ada yang melaporkan melihat balon udara di rute darurat ini,” ujarnya.

Balon udara yang tidak ditambatkan dapat menimbulkan gangguan bahkan kerusakan pada kinerja pesawat udara. Bila balon udara terhisap mesin pesawat, maka bisa merusak bahkan mengakibatkan mesin mati.

“Bila tersangkut di sayap, sirip atau moncong pesawat maka akan mengganggu fungsi kendali dan sensor pesawat, sehingga kami menawarkan solusi untuk ditambatkan dan sudah dilakukan uji coba di Wonosobo pada Agustus lalu,” terang Yohanes.

Hasil dari uji coba penerbangan dua balon udara memberikan hasil memuaskan, dimana telah didapatkan standar awal untuk menerbangkan balon udara dengan cara ditambatkan. Balon udara yang ditambatkan bisa terbang dengan stabil selama kurang lebih selama 15 menit.

“Bayangkan ada 1.000 balon udara ditambatkan yang diterbangkan bersamaan untuk dilombakan. Kemudian ada pentas musik, lomba kesenian, kuliner tradisional maupun fotografi. Tradisi masyarakat tetap eksis, pertumbuhan ekonomi daerah bergeliat, masyarakat dapat meningkat kesejahteraannya, artinya kita bisa mengubah bahaya menjadi bahagia,” pungkasnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.