Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Saat Jokowi Terkenang Rambut Gondrongnya

Saat Jokowi Terkenang Rambut Gondrongnya

PEMERINTAHAN redaksi20/12/2017 - 09:00 WIB

Presiden Joko Widodo mengaku kenangannya kembali ke-37 tahun lalu, saat dirinya memasuki kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk memberikan kuliah umum dalam rangka Dies Natalis ke-68 perguruan tinggi tersebut, di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa (19/12) pagi.

“37 Tahun yang lalu sebagai mahasiswa yang rambutnya gondrong celananya cutbray,” kata Presiden Jokowi yang kehadirannya disambut dengan sangat antusias oleh civitas akademika UGM yang memenuhi ruangan Grha Sabha Pramana.

Sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan, Presiden mengaku dulu cita-citanya ingin menjadi pegawai di Perhutani, tapi enggak kesampaian.

“Dan ternyata malah menjadi Presiden Republik Indonesia,” ujar Jokowi seraya menambahkan, kadang-kadang cita-cita itu kan boleh, tapi Allah yang berkehendak lain.

Menurut Kepala Negara, itu semua berkat pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Pendidikan di UGM, menurut Presiden, membuat alumninya mencintai Indonesia, yang melahirkan para pembela Pancasila, yang menancapkan jiwa kerakyatan, dan yang menanamkan integritas serta profesionalisme.

Jokowi menilai, sampai kapan pun perguruan tinggi akan menempati peran sentral dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Peran yang selalu sentral dalam menciptakan sumber daya manusia yang andal, dalam melahirkan karya riset- riset yang unggul, dalam menjawab setiap tantangan zaman,” ungkapnya.

Tapi yang harus diwaspadai, menurut Jokowi, adalah tantangan zaman yang selalu berubah yang sangat-sangat dinamis saat ini.

Ia menyebutkan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat-sangat cepat. Kepala Negara mencontohkan yakni teknologi otomasi seperti teknologi informasi, robotik, artifisial intelejensi akan sangat mempengaruhi kehidupan manusia ke depan.

“Teknologi yang baru, baru kita pelajari, beberapa saat kemudian sudah muncul teknologi baru lagi. Inilah perubahan sekarang ini begitu sangat cepatnya,” terang Presiden.

Perkembangan ini, lanjut Presiden, tentu sangat mempengaruhi tantangan bagi pendidikan. Apalagi, lahirnya teknologi baru membuat beberapa jenis pekerjaan hilang. “Inilah yang akan terjadi dalam masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Mensesneg Pratikno, Sekkab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menhub Budi K Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Ristekdikti M Nasir, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan para civitas akademika UGM. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.