Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Awas Iming-Iming Lolos SNMPTN & SBMPTN

Awas Iming-Iming Lolos SNMPTN & SBMPTN

KOMUNITAS redaksi19/01/2018 - 13:00 WIB

Beberapa waktu lalu telah tersebar edaran di sejumlah media sosial tentang seminar nasional kiat sukses menembus SNMPTN & SBMPTN dengan menghadirkan narasumber bernama Dr Setyadi Widyawawan ST MT yang mengaku sebagai dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Terkait hal tersebut, ITS menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak pernah tercatat sebagai dosen di lingkungan ITS.

Menurut Wakil Rektor III ITS, Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD, setelah ditelusuri di database kepegawaian tidak ditemukan sama sekali adanya data yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan tersebut adalah dosen di lingkungan kampus ITS.

“Sudah kita cari di database, ternyata Dr Setyadi Widyawawan ST MT tidak tercatat sebagai dosen di ITS baik itu sebagai dosen tetap PNS, dosen tetap non PNS, maupun sebagai dosen luar biasa atau dosen tamu,” jelas wakil rektor yang membidangi SDM, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi tersebut.

Bahkan, lanjut Arif, penelusuran tidak hanya dilakukan di database kepegawaian ITS. Namun juga dilakukan penelusuran di database alumni ITS.

“Di database alumni pun ternyata juga tidak ditemukan datanya pernah kuliah di ITS,” ujarnya. Karena awalnya, dikhawatirkan bila yang mengaku-aku sebagai dosen ITS tersebut pernah tercatat sebagai mahasiswa ITS.

Selain mengaku sebagai dosen ITS, dalam flyer yang diedarkan tesebut, juga menyebutkan yang bersangkutan sebagai panitia SNMPTN 2017 untuk pengolahan data primer dan juga sebagai manajer akademik lembaga bimbingan belajar Primagama di Jogjakarta.

“Di kepanitiaan pusat SNMPTN & SBMPTN pun tidak nama yang bersangkutan tercatat sebagai anggota panitia,” tutur Arif yang kebetulan juga didapuk sebagai panitia SNMPTN & SBMPTN 2018.

Apalagi, menurut Arif, di susunan kepanitiaan SNMPTN & SBMPTN tidak pernah ada bagian yang melakukan pengolahan data primer seperti yang disebutkan oleh oknum yang bersangkutan tersebut. “Tidak pernah ada bagian pengolahan data primer seperti itu di panitia SNMPTN & SBMPTN,” tukasnya.

Aksi yang dilakukan oknum ini diperkirakan sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir ini. Data yang berhasil dihimpun ITS menemukan ada beberapa edaran dan berita kegiatan di antaranya berita kegiatan seminar di Banjarmasin Februari 2015, Oktober 2016 di Pacitan, November 2017 di Bengkulu, dan yang terbaru berita kegiatan seminar 8 Januari 2017 di Bandar Lampung.

Semua kegiatannya ditujukan untuk siswa SMA dengan iming-iming diberi kiat khusus agar bisa lolos seleksi ujian SNMPTN & SBMPTN.

“Untuk itu, kami mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu dengan aksi yang dilakukan oleh oknum yang bersangkutan yang mengatasnamakan sebagai dosen ITS ini,” tegas Arif mengimbau pada masyarakat luas. Karena dimungkinkan oknum ini masih akan terus melakukan aksinya untuk kepentingan pribadi.

Menyikapi hal tersebut, Arif mengatakan bahwa ITS akan mempertimbangkan mengambil langkah-langkah hokum untuk menindak tegas oknum yang sudah mencatut nama ITS untuk kepentingan pribadinya tersebut. Karena dianggap bisa merugikan baik pihak ITS maupun masyarakat sebagai konsumennya. “Kami masih akan melakukan koordinasi untuk langkah selanjutnya,” pungkas Arif. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.