Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PROFIL»Nurun Nujum, Calon Dokter di Atas Catwalk

Nurun Nujum, Calon Dokter di Atas Catwalk

PROFIL redaksi29/01/2018 - 13:00 WIB

Dua kali mengikuti kontes, dua kali pula ia juara. Bermodal keyakinan, Nurun Nujum Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mencoba peruntungan di bidang modeling. Walau dengan pengalaman dan skill seadanya.

Baru-baru ini Nujum berhasil menjuarai sebuah kontes pemilihan Puteri Auleea 2017, sebuah event pencarian bakat yang dikelola oleh Fatayat NU Jawa Timur. Ia tak menduga akhirnya berhasil menyisihkan puluhan kontestan lain dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Sebenarnya melenggang di atas catwalk bukanlah bagian dari rutinitas yang ia tekuni selama ini. Sehari-harinya, dara kelahiran 8 Maret 1997 ini lebih disibukkan dengan kegiatan perkuliahan yang saat ini sedang memasuki semester enam.

“Tadinya nggak ada niat mau ikutan. Mama yang nawarin saya untuk ikutan kontes ini. Setelah saya pikir tidak mengganggu jadwal kuliah, okelah,” katanya seperti dirilis Unair News.

Selama proses seleksi, Nujum dan puluhan peserta lainnya dikarantina di Sekolah Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo selama dua hari. Di sana, peserta dinilai mulai dari aspek kedisiplinan, sikap, ditambah pula dengan tes wawancara, uji wawasan ke-NU-an, tes mengaji, hingga menulis arab.

“Sempat grogi sih waktu tampil di babak final, karena bersaing ketat dengan kalangan model. Tapi saya pede aja. Pokoknya ikut, menang atau nggak itu urusan belakangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Nujum juga pernah memenangkan kontes semacam itu ketika masih di bangku SMA. Alumni SMA Negeri 1 Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung itu berhasil menjuarai kontes pemilihan Akhi-Ukhti sebagai perwakilan kelas.

“Karena waktu itu nggak ada pengalaman, akhirnya sebelum tampil saya diajari teknik berjalan di atas catwalk sama seorang designer dan adik saya yang kebetulan ikut ekstrakurikuler modeling waktu itu,” kenangnya.

Sejak awal, Nujum memang tidak menaruh hati pada dunia modeling. Ia mengaku saat itu sempat minder dengan teman-teman model lain yang lebih cantik dan proporsional. Keraguan juga sempat menghampirinya ketika akan masuk perguruan tinggi.

“Awalnya nggak kepingin jadi dokter juga, karena takut alat suntik dan kuliahnya berat. Tapi berkat dukungan mama, akhirnya saya mantap masuk kedokteran,” ungkapnya.

Perspektifnya pun berubah tentang bagaimana memandang sebuah peluang. Menurutnya peluang belum tentu akan datang dua kali, maka jangan dilewatkan begitu saja.

“Yang pasti jangan takut mencoba, mumpung ada kesempatan. Harus yakin pada kemampuan diri sendiri dan minta restu orang tua. Insha Allah tercapai,” ungkapnya.

Meski telah terbuka lebar peluang baginya untuk terjun ke dunia modeling, Nujum lebih memilih fokus pada pendidikannnya saat ini.

“Saya lebih memilih jadi dokter, karena sudah menjadi bagian dari passion hidup saya. Profesi ini Insha Allah akan menjadikan saya lebih bermanfaat untuk masyarakat. Bisa bantu ngobati pasien, bantu sembuhin pasien,” ujar mahasiswa angkatan 2015 ini.

Dalam kesehariannya sebagai mahasiswa kedokteran, Nujum cukup aktif di organisasi Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) UNAIR. Di organisasi itu ia dipercaya menjadi bendahara.

“Target tahun ini pingin segera tuntasin penelitian. Dan setelah lulus, pingin lanjut pendidikan spesialis. Tapi masih bingung, bisa jadi spesialis bedah plastik, atau spesialis kulit kelamin, atau urologi,” ungkapnya.

Setelah memenangkan kontes, perempuan yang demen makan sup ayam ini merasa tidak banyak yang berubah dari dirinya. Hanya saja disela-sela aktivitasnya sebagai mahasiswa, Nujum sudah harus berbagi waktu dengan jadwal pemotretan dan talkshow.

“Kalau ada tawaran pemotretan sih nggak apa-apa selama nggak mengganggu jadwal kuliah,” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Soal perawatan wajah, perempuan berparas ayu dan kalem ini tidak muluk-muluk. Agar wajah tampil sehat natural, Nujum membagikan tipsnya agar lebih rajin membersihkan wajah dan pakai masker. Karena dengan rutin menggunakan masker minimal seminggu 2 kali akan sangat efektif merawat kesehatan kulit.

“Saya lebih suka pakai perawatan yang ala-ala Korean skin care, atau pakai masker buah. Hasilnya kulit jadi lebih kenyal dan glowing gitu,” ujarnya. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Khofifah Raih Penghargaan Nasional CSR Desa Berkelanjutan 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Desa Mandiri

25/04/2026 - 10:10 WIB

Formula 1 Resmi Kembali ke Istanbul Park Mulai 2027, Kontrak Lima Tahun Perkuat Ekspansi Global

24/04/2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Amelia Febriani, Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Global Lewat Inovasi Pendidikan Berbasis Empati

08/04/2026 - 21:16 WIB

Perjalanan Inspiratif Alumni FK Unair di Gaza

06/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.