Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»‘Anti Korupsi’ Mata Kuliah Wajib di ITB

‘Anti Korupsi’ Mata Kuliah Wajib di ITB

KOMUNITAS redaksi01/05/2018 - 13:00 WIB

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo memberikan Kuliah Umum di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pendidikan Anti Korupsi dengan kode mata kuliah KU-4079 ini merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa ITB di tahun pertama Tahap Persiapan Bersama.

Bertempat di Aula Barat, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi (WRSO) ITB, Prof Dr Irawati mengatakan bahwa tujuan mata kuliah ini diadakan untuk menanamkan nilai dan budaya anti korupsi kepada mahasiswa ITB sehingga diharapkan ilmu yang didapatkan bisa diterapkan hingga ke dunia kerja nantinya.

Dihadapan ratusan mahasiswa ITB, Agus Rahardjo memaparkan tema tentang ‘Memahami, Mencegah dan Memberantas Korupsi’. Penyampaian tersebut dibuka dengan sebuah video yang menayangkan salah satu budaya pentingnya tertib berlalu lintas. “Korupsi terjadi di Indonesia karena masyarakat kita belum bisa membedakan antara fasilitas publik dan pribadi,” ujarnya.

Seperti yang ditunjuk pada videonya, baik pengemudi ataupun penyeberang belum bisa memaknai bahwasanya lalu lintas merupakan fasilitas publik. “Hal-hal kecil seperti itu yang kemudian menumbuhkan sifat-sifat koruptif di negara kita,” sambungnya.

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa dan jangan pernah berpikir untuk menjadi budaya di Indonesia. Sudah ada sebelas lembaga anti korupsi yang pernah dibentuk di Indonesia, ungkapnya.

Banyaknya tantangan dalam memberantas korupsi membuat lembaga-lembaga tersebut hanya bertahan paling lama dua hingga tiga tahun saja. Saat ini, KPK merupakan lembaga anti korupsi yang masih terus memberantas korupsi sejak tahun 2003.

Salah satu solusi penting yang disampaikan Agus Rahardjo dalam memberantasi korupsi adalah reformasi pendidikan. “Sekolah ataupun tempat pendidikan lainnya yang menjadi tempat seorang anak belajar merupakan tempat terbaik untuk pendidikan anti korupsi. Disanalah diharapkan akan lahir karakter manusia-manusia berintegritas,” paparnya.

Agus mengharapkan ITB dapat menjadi Pusat Pendidikan Anti Korupsi untuk membentuk karakter mahasiswa yang memiliki integritas tinggi yang bergerak di bidang teknologi. “Jangan hanya belajar tentang anti korupsi, tapi jadikanlah itu perilaku hidup sehari-hari,” pesannya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.