Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Polda Jatim Bakal Bangun Rutan Teroris

Polda Jatim Bakal Bangun Rutan Teroris

KOMUNITAS redaksi28/05/2018 - 13:00 WIB

Pasca aksi teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, penggerebekan kelompok radikal dan teror pun dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror dibantu Polda Jatim. Alhasil sebanyak 31 orang terduga teror di Jatim berhasil diamankan.

Namun ternyata persoalan baru pun muncul karena belum adanya rumah tahanan khusus teroris di Jawa Timur yang representatif. Untuk itu, Polda Jatim kini segera membangun gedung baru untuk rumah tahanan (Rutan) khusus teroris dengan maksimum sekuriti dengan pengawasan ketat dan dipantau kamera CCTV.

“Yang ditangkap sekitar 31 orang teroris. Untuk penyidikan, penyidik kerja keras. Tapi itu tidak masalah. Yang jadi persoalan tahanan perlu ruangan satu-satu,” ungkap Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, selama ini pihaknya sudah mencari lokasi di Polres dan Polsek yang representatif namun tidak menemukan. “Kita cari di Polres dan Polres yang jadi Polsek gak nemu. Ada di Polda. Ruang tahanan tua sangat lama. Itu yang mau kita bangun,” ujarnya, seperti dikutip Jatim Newsroom.

Rutan khusus teroris itu, kata dia, akan dibangun empat lantai di bagian belakang Mapolda Jatim. “Dibangun lantai 4 di Dittahti (Direktorat Tahanan dan Barang Bukti). Lantai satu kantor Dittahti, lantai dua tahanan teroris dan lantai tiga empat untuk tahanan umum.

Untuk pembangunannya, Kapolda mengungkapkan jika pihaknya akan dibantu Pemprov Jatim. “Saya sudah dibisiki Pak Gubernur (Soekarwo) tadi waktu buka bersama. Saya dimintai proposalnya. Saya bilang dalam waktu dekat akan kami ajukan,” tuturnya.

Rencananya, rutan di Mapolda Jatim itu khusus untuk tahanan selama masa penyidikan saja. Kuotanya, gedung yang akan dibangun dalam waktu dekat tersebut dapat menampung 50 orang tahanan kasus terorisme dan 200 orang kasus pidana umum. “Mudah-mudahan terealisasi dalam waktu singkat ini,” tukasnya.

Bersyukur UU Terorisme Disahkan
Pada bagian lain, Kapolda Jatim bersyukur atas telah disahkannya UU Terorisme. Baginya, dengan disahkan revisi UU Terorisme, maka akan memudahkan upaya Polri dalam memberantas terorisme.

“Kami sangat bersyukur UU Terorisme jadi disahkan. Ini akan lebih mempermudah penanganan supaya tidak berkembang pemahaman yang keliru,” kata Kapolda.

Menurutnya, selama ini paham radikalisme dan kelompok terorisme masih bisa berkembang. Hal itu, ungkap Kapolda, karena dulu polisi belum bisa menyentuh hal yang belum ada barang buktinya.

Jenderal polisi bintang dua tersebut mencontohkan bila adanya kejahatan yang dilakukan seseorang yang sedang merakit bom. “Misal ada kejahatan merakit bom. Ya kalau anaknya tahu terus lapor. Kalau gak, kita juga gak bisa menindak. Siapa yang tahu kejahatan dalam kamar?” ujarnya.

Irjen Machfud menilai, peritiwa lima ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo bukan hanya berdampak negatif terhadap keamanan dan kondusivitas wilayah Jawa Timur. Namun, kata dia, ada hikmah yang baik dari peristiwa bom di tiga gereja di Surabaya, di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, dan di Mapolrestabes Surabaya.

“Hikmahnya, karena peristiwa bom di Surabaya maka revisi UU Terorisme ini bisa segera diselesaikan dan disahkan. Ini salah satu hikmah positifnya,” ujarnya.

Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan optimisme dan dukungan masyarakat, khususnya di Surabaya. “Setelah bom di Surabaya, banyak dukungan masyarakat di medsos dan melalui spanduk melawan terorisme. Bahkan ada yang mengumpat kelompok teror ini,” imbuhnya. (jnr)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.