Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Akademi Desa 4.0 Diminati 100 PT

Akademi Desa 4.0 Diminati 100 PT

KOMUNITAS redaksi01/06/2018 - 11:00 WIB

Hadirnya Akademi Desa 4.0 menarik minat dan antusiasme berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Lebih dari 100 perguruan tinggi akan bergabung melatih para pemangku kepentingan desa lewat kursus online yang dimotori oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, perguruan tinggi yang bergabung dalam Akademi Desa 4.0 tersebut akan terhimpun dalam forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides).

Akademi tersebut akan memberikan pelatihan dan modul dalam bentuk audio visual yang dapat diakses langsung secara online. Selain untuk menghemat biaya pelatihan, metode tersebut dinilai efektif karena bisa diakses berulang kali.

“Kita lihat BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) masih banyak yang membutuhkan pelatihan-pelatihan. Kita mau memberikan pelatihan dengan mengumpulkan peserta dalam satu tempat itu membutuhkan biaya besar. Desa kita itu ada lebih dari 74 ribu desa. Dan tidak efektif kalau pelatihan hanya dilakukan 1-2 hari. Kalau Akademi Desa 4.0 ini kan bisa diakses online berulang-ulang setiap hari,” ujarnya saat peluncuran Akademi Desa 4.0 di Jakarta, pekan lalu.

Menteri Eko mengatakan, target utama dari Akademi Desa 4.0 adalah pemangku kepentingan desa terutama aparat dan masyarakat desa. Melalui program pelatihan online tersebut, pemangku kepentingan desa diharapkan memahami dan mendapat inspirasi dalam mengelola BUMDes serta program-program desa lainnya agar lebih baik dan cepat.

“Kita juga akan dibantu oleh 19 kementerian/ lembaga yang lokus programnya di desa untuk memberikan kursus. Akan ada Bimbel (Bimbingan Belajar) juga dari KPK dan kejaksaan terkait pengawasan (dana desa),” ungkapnya.

Koordinator Tim Advisor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Haryono Suyono mengatakan, Akademi Desa 4.0 adalah gagasan yang akan menjadi payung dalam rangka mendidik dan melatih petugas-petugas desa. Selain digelar secara online, Akademi Desa 4.0 juga akan memberikan pelatihan langsung dibantu oleh berbagai balai pelatihan, baik Balai Kemendes PDTT maupun balai pelatihan milik mitra Akademi Desa 4.0 lainnya.

“Kita telah menyampaikan undangan kepada perguruan tinggi untuk bergabung dan minat mereka sangat besar. Akan ada lebih dari 100 perguruan tinggi di seluruh Indonesia akan ikut serta melatih. Mereka akan memberikan kuliah yang intinya telah ditentukan oleh Kemendes PDTT,” ujarnya.

Di samping itu, lanjutnya, perguruan tinggi yang bergabung dalam Akademi Desa 4.0 tersebut juga akan mengirimkan mahasiswa ke desa melalui program kuliah kerja nyata (KKN). Melalui KKN tesebut, mahasiswa akan membantu desa mempelajari bahan-bahan kursus dari Kemendes PDTT.

“Ada perguruan tinggi yang mengirimkan paling tidak 5.000 mahasiswa ke desa. Mereka akan membantu desa mempelajari bahan kursus dalam bentuk digital atau video secara berulang-ulang. Di samping itu, para mahasiswa akan bergaul dengan masyarakat dalam kurun waktu 1-1,5 bulan untuk membangun budaya pembangunan di desa,” ujarnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.