Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Cara Jihadis Lepas dari Nilai Kekerasan

Cara Jihadis Lepas dari Nilai Kekerasan

KOMUNITAS redaksi09/08/2018 - 15:00 WIB

Tidak sedikit jihadis di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil melepaskan diri dari nilai-nilai kekerasan dan berintegrasi kembali dengan masyarakat.

Sebagian dari mereka bahkan kini aktif menyuarakan nilai perdamaian.

Peneliti dari Goucher College Amerika Serikat, Dr Julie Chernov Hwang memaparkan proses ini dalam bukunya yang berjudul “Why Terrorist Quit: The Disengagement of Indonesian Jihadists”.

“Sama halnya dengan ikatan sosial yang menjadi kunci bagi proses radikalisasi, pembentukan relasi yang baru serta pertemanan menjadi kunci bagi disengagement pula,” ujarnya dalam kegiatan diskusi buku yang diselenggarakan di FISIPOL UGM, Jumat (3/8).

Ia menuturkan, disengagement terjadi di antara anggota-anggota kelompok ekstrimis di Indonesia.

Hwang mewawancarai 55 orang yang pernah ataupun sedang memiliki afiliasi dengan kelompok ekstremis Islam, seperti Jamaah Islamiyah, Laskar Jihad, Mujahidin KOMPAK, Tanah Runtuh, dan Ring Banten.

Hwang menjelaskan proses psikologis, rasional, relasional, dan emosional kelompok jihadis di Indonesia dalam melepaskan diri dari nilai-nilai kekerasan serta upaya mereka dalam berintegrasi kembali dengan masyarakat.

Dalam buku ini ia berargumen bahwa proses reintegrasi seorang jihadis dapat dibagi menjadi 4 fase, yaitu pertama, timbulnya kealihsadaran yang berujung pada kekecewaan atau disillusionment terhadap pemimpin kelompok dan aksi yang dilakukan.

“Kekecewaan ini bisa dialami terhadap taktik atau cara yang dilakukan di kelompok tersebut, kecewa pada pemimpin, dan kadang juga kecewa dengan peran dirinya sendiri. Ada yang mengatakan kecewa karena melihat terlalu banyak orang yang menjadi korban,” jelasnya, seperti dirilis Humas UGM.

Emosi ini, imbuhnya, dalam berbagai kasus yang ia amati terbukti tidak cukup untuk membuat seseorang keluar dari kelompok jihad karena terdapat loyalitas yang sudah terbangun di dalam kelompok yang ia ikuti.

Meski demikian, emosi ini memunculkan sebuah momen penyadaran yang memulai proses refleksi atas tindakan yang dirasa kurang benar.

Kekecewaan tersebut kemudian berlanjut pada rasionalisasi dampak keuntungan dan kerugian yang didapatkan dari kegiatan ekstremisme yang dijalankan.

Selain itu, hal lain yang tidak kalah penting adalah berkembangnya hubungan sosial dan pergaulan seorang jihadis di luar kelompok sepemikirannya, serta munculnya prioritas-prioritas baru dalam hidup seorang jihadis yang menggantikan gagasan mereka tentang jihad.

Dari berbagai faktor pendorong disengagement yang ia temui, ia menyebutkan bahwa relasi menjadi faktor yang paling banyak memberikan pengaruh.

Ia mengutip pengakuan dari beberapa narasumber yang menyatakan bahwa relasi yang ia miliki, baik dengan orang-orang baru maupun kerabat yang ia kenal sebelum ia terlibat dalam kelompok jihad banyak berkontribusi dalam mengubah pikiran mereka.

“Selain relasi pertemanan, fungsi keluarga juga sangat penting untuk menolong mereka yang mau melepaskan diri dari kelompok jihad serta membantu mereka membangun hidup yang baru,” tutur Julie.

Oleh karena itu, menurutnya, cara yang paling baik untuk mendorong jihadis kembali berintegrasi kepada masyarakat adalah dengan membantu membangun kembali relasi mereka dengan keluarga mereka, serta memberikan pelatihan untuk memperlengkapi mereka dengan keahlian yang diperlukan untuk membangun kehidupan yang baru. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.