Filantropis sekaligus CEO Mayapada Group Dato’ Sri Tahir memberikan dana hibah penelitian kepada 10 profesor Universitas Airlangga (Unar) Surabaya.
Pengusaha sekaligus investor itu memberikan dana penelitian lewat Tahir Professorship Program sebesar Rp 10 miliar untuk memajukan pendidikan dan penelitian di Indonesia.
Rektor Unair Prof Moh Nasih mengatakan Unair, memiliki top scientist yang karyanya sudah banyak berpengaruh dan memiliki dampak. Mereka (para peneliti, Red) adalah etalase dari kampus ini di luar negeri, karena karyanya banyak disitasi orang lain di luar negeri.
Di sisi lain, Unair tidak ingin Tri Dharma Peguruan Tinggi ini ada yang njomplang dan tidak tegak. Selama ini Unair masih kurang di bidang riset.
“Kami ingin mengejar ketertinggalan itu. Maka dari itu, mereka yang sudah sangat produktif kita tingkatkan lagi produktifitasnya dengan berbagai macam cara, termasuk professorship. Kebetulan ada dana hibah Tahir Foundation, kita salurkan sesuai dengan amanah beliau (Dato’ Sri Tahir, Red),“ ujarnya Prof Nasih, Kamis (9/8).
Nilai dana hibah itu sebesar Rp 1 miliar setahun, selama 3 tahun. Tentu nanti akan ada evaluasi dalam satu tahun progres seperti apa.
“Bisa saja nanti akan kita alihkan ke orang lain yang lebih siap kalau memang ada penerima yang tidak perform dengan target yang kita minta. Mohon doanya agar kami bisa tegak berdiri dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya. (ita)
10 Profesor Unair Penerima Hibah:
– Prof Soetjipto dr MS PhD (Guru Besar Fakultas Kedokteran, meneliti tropical infectious disease).
– Prof Dr Kuntaman dr MS SpMK (Guru Besar Fakultas Kedokteran, meneliti antimicrobial resistance and infectious disease).
– Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi (Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi, meneliti structure and function of industrial lignocellulosic complex enzymes).
– Prof Dr Moh Yasin Drs MSi (Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi, meneliti fibre sensor and fibre laser).
– Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak CMA (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, meneliti good government governance).
– Prof Dr Dian Agustia SE MSi Ak (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, meneliti environmental sustainability and corporate governance).
– Prof Badri Munir Sukoco, SE MBA PhD (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, meneliti dinamika persaingan dan kinerja organisasi).
– Prof Ir Moch Amin Alamsjah MSi PhD (Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan, meneliti exploration and development culture technology for seaweed).
– Prof Dr Suharjono Apt MS (Guru Besar Fakultas Farmasi, meneliti translational medicine).
– Prof Dr. Bagong Suyanto Drs MSi (Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, meneliti radikalisme dan intoleransi beragama).

