Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Saatnya Beralih ke Pertanian Organik

Saatnya Beralih ke Pertanian Organik

KOMUNITAS redaksi03/09/2018 - 13:00 WIB

Eva Sundari, anggota Komisi XI DPR RI mendapat undangan untuk menghadiri panen padi PIM (Petani Indonesia Menggugat) milik petani Harto, yang sudah 3 tahun bertani organik.

Panen berlangsung di Desa Kedawung, Kec Nglegok, Kab Blitar tersebut istimewa karena dihadiri beberapa PPL (petugas penyuluh lapangan) dari Kab dan Kota Kediri serta Kab Blitar.

Serta perwakilan KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Kec Plemahan, Kediri. Hadir pula penemu padi varietas PIM yang berprofesi sebagai PPL Kab Blitar, pak Boeing Kristiawan.

Padi ini dinamakan PIM karena penemunya mengugat beberapa hal: soal lingkungan (varietas organik), produktifitas (bisa mencapai 14 ton/ha), penyakit padi (tahan berbagai penyakit termasuk potong leher), biaya produksi (50-60% lebih rendah, karena pupuk organik buatan sendiri), pestisida (jika dikasih pupuk kimia justru tumbuhnya PIM terganggu), kualitas (PIM bisa untuk sushi).

Boeing menambahkan, dirinya bermimpi bisa menyediakan padi berkualitas dengan harga murah untuk rakyat miskin. Jadi PIM ini bisa dijual di pasar-pasar sebagai beras curah.

Sementara Harto sang pemilik sawah menimpali, walau hasil panen kali ini tertinggi di kawasan ini yaitu 10 ton/ha tapi tidak puas karena di musim hujan kemarin bisa mencapai 14 ton/ha dan tinggi 2m.

“Padi PIM ini sempat viral karena tingginya bisa mencapai 2m dengan malai bisa mencapai 1000 di musim hujan. Musim kering ini PIM masih lebih unggul karena Varietas lain di kawasan tersebut hanya maksimal 6 ton/ha dibanding PIM yang 10ton/ha,” katanya.

Para anggota KTNA Plemahan yang hadir atas ajakan Eva Sundari di pertemuan minggu sebelumnya (25/8) semakin semangat untuk bertanam organik secara penuh.

Eva Sundari menyatakan, semakin luas ditanam, semakin mudah untuk mengurus sertifikat padi ini. “Padi PIM ini salah satu jawaban atas program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional selain kedaulatan benih, sekaligus penyelamatan lingkungan dan manusia karena organik,” katanya.

Eva Sundari mengharap Kementrian Pertanian memberikan dukungan berupa pembuatan denplot masing-masing seluas 20ha di Kab Blitar dan Kediri sebagai bagian program pengembangan pertanian organik.

“Ini tugas dari konstituen yang harus saya kawal ke Kementan, meski saya di Komisi Keuangan. Saya mendukung penuh gagasan pengembangan pertanian organik, saatnya telah tiba,” kata politisi PDI Perjuangan ini. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.