Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Huntara ITS 1.0 Ringankan Beban Gempa

Huntara ITS 1.0 Ringankan Beban Gempa

KOMUNITAS redaksi06/09/2018 - 10:00 WIB

Rentetan gempa yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, sejak akhir Juli lalu masih menyisakan banyak duka. Hingga kini, terhitung ribuan kepala keluarga telah kehilangan tempat tinggal dan harus memadati tenda-tenda pengungsian sementara, terutama di wilayah Lombok Utara.

Terpanggil oleh rasa kemanusiaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menginisiasi program pembangunan yang diberi nama Hunian Sementara (Huntara) ITS 1.0.

Konsepnya yang berbeda dengan huntara lain, membuat Huntara ITS 1.0 menjadi proyek terobosan pilihan ITS. Alih-alih menjadi rumah yang pembangunannya ditanggung oleh ITS dan diberikan langsung kepada para pengungsi, Huntara ITS 1.0 ini adalah hunian yang dibangun oleh masyarakat sendiri melalui gotong-royong.

“Tak ada maksud lain, hanya untuk mengurangi kesan posko pengungsian yang sudah melekat selama satu bulan ini, sehingga kami rasa sudah saatnya mereka membangun hunian sementara,” ungkap Lalu Muhammad Jaelani ST MC PhD, Kepala Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS.

Menurutnya, Desa Rempek Darussalam yang terletak di utara Gunung Rinjani menjadi pilihan lokasi pembangunan. Sehari setelah gempa besar kedua yang menghancurkan semua rumah di sana, tim PSKBPI ITS berfokus untuk menangani permasalahan di salah satu desa di Kabupaten Lombok Utara itu.

Keterbatasan air, pemadaman listrik, menipisnya pasokan makanan, hingga terbatasnya jumlah terpal yang tersedia, menjadi beberapa alasan untuk memilih desa ini. “Hunian ini kami desain untuk tahan hingga dua tahun dan menjadi penyambung asa warga yang telah satu bulan tinggal di bawah terpal,” tambah pria asal Lombok itu.

Dengan memperhitungkan luas tanah dan jumlah jiwa dalam satu kepala keluarga, desain Huntara ITS 1.0 dibangun dengan ukuran 7,2 x 4,8 meter persegi.

Proyek ini juga memanfaatkan bekas bangunan lama yang materialnya masih dapat dipakai. Seperti seng, kayu, dan batu bata. Sementara itu, kebutuhan semen, triplek, serta alat pertukangan telah disediakan oleh ITS.

“Sudah enam ton bahan (semen dan triplek, red) yang kami datangkan langsung dari Surabaya, sisanya akan dibeli di Lombok,” jelasnya.

Pembangunan tahap pertama telah dimulai dengan target 27 rumah di RT 04, dengan dana Rp 135 juta. Bermodalkan bantuan dana yang digalang oleh sivitas akademika ITS, alumni dan masyarakat luar, Huntara ITS 1.0 diharapkan dapat diduplikasi juga untuk 29 posko lain di bawah area kerja Posko Induk ITS. “Semoga target 914 huntara nantinya dapat tercapai,” pungkas dosen Teknik Geomatika tersebut. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.