Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Unair Lestarikan Permainan Gobak Sodor

Unair Lestarikan Permainan Gobak Sodor

KOMUNITAS redaksi01/10/2018 - 13:30 WIB

Ghardana Dekan Cup 2018 merupakan wadah untuk menyelenggarakan kegiatan rutin dari BEM FIB setiap tahunnya. Kegiatan itu diadakan sebagai wadah pengaktualisasian minat dan bakat mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga.

Tahun ini Ghardana Dekan Cup mengusung tema ”Nirwana” atau Unite The Difference With Nirwana, yang memadukan konsep permainan tradisional dengan modern. Tujuannya adalah untuk menerima budaya modern dan menjaga kelestarian budaya tradisional.

Dalam merealisasikan hal tersebut, panitia mengadakan perlombaan gobak sodor di FIB beberapa waktu lalu. Menurut Ketua Panitia Izzudin Ma’ruf, dipilihnya permainan tersebut karena gobak sodor adalah permainan tradisonal yang cukup populer di masyarakat.

”Hampir di semua daerah di Indonesia memiliki permainan tradisional sejenis gobak sodor,” terangnya.

”Selain itu, filosofi dari permainan gobak sodor itu menarik. Sebab, permainannya untuk menerobos dan mempertahankan benteng dari (serangan, Red) lawan,” tambahnya.

Cara Bermain
Permainan tradisional itu terdiri atas dua nomor, yakni putra dan putri. Dilaksanakan dua tim yang beranggota lima orang. Tim itu berasal dari setiap jurusan, yaitu Ilmu Sejarah, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, serta Studi Kejepangan.

Dalam permainan tersebut, terdapat dua tim penjaga dan tim penerobos. Tim penjaga bertugas menjaga pos serta menghadang tim penerobos ke pos selanjutnya. Yakni, dengan memperhatikan batasan gerak pada garis horizontal (tali) yang dibuat panitia.

Sementara itu, bagi tim penerobos, tugas mereka adalah untuk meloloskan diri dari tim penjaga dan mengambil bendera jurusan yang masing-masing berada di sisi kanan dan sisi kiri tim penjaga. Tim penerobos akan dinyatakan gugur jika tim penjaga menarik udeng yang terikat pada lengan mereka

”Perhitungan pemenang dihitung dari banyaknya jumlah bendera yang berhasil tim penerobos kumpulkan hingga di pos terakhir,” terang mahasiswa studi kejepangan itu.

Adapun hasil dalam perlombaan tradisional tersebut, untuk putra dimenangkan tim dari bahasa dan sastra Indonesia sebagai juara I, ilmu sejarah juara II, serta studi kejepangan juara III. Sementara itu, untuk putri, juara I diperoleh studi kejepangan, juara II diperoleh ilmu sejarah, serta juara III diperoleh bahasa dan sastra Indonesia.

Harapan setelah perlombaan itu, menurut Izzudin, adalah adanya keinginan untuk menyatukan mahasiswa dari keempat jurusan dalam rumah Fakultas Ilmu Budaya. ”Sebab, di kompetisi ini euforianya tidak hanya bangga jurusan, tapi juga bangga FIB, dengan paduan seni (permainan) tradisional,” ujarnya. (ita)

FIB Unair. Permainan Tradisional Gobak Sodor
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.