Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Dampak Penggratisan Jembatan Suramadu

Dampak Penggratisan Jembatan Suramadu

EKONOMI BISNIS redaksi04/01/2019 - 14:30 WIB

Pemberlakuan kebijakan baru yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 27 Oktober mengenai pembebasan biaya tol Jembatan Suramadu mengundang banyak opini.

Pembebasan biaya tol Jembatan Suramadu dianggap sebagai langkah awal yang sangat baik untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura, Jawa Timur.

Dari isu tersebut, harian Kompas mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Universitas Airlangga, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA UA), dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (IKAFE) beberapa waktu lalu.

Adakah perubahan yang terjadi di Pulau Madura? Ketika berbicara Madura, pasti akan menjurus berbagai kabupaten, karena wilayah Madura yang saling berintegrasi anatara satu kabupaten dengan yang lainnya.

Wasiaturrahmah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, berharap kebijakan penggratisan tol Suramadu dapat meningkatkan kemandirian daerah-daerah di Pulau Madura. Yakni, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Perlu diketahui, penggratisan tol Suramadu merupakan sebuah langkah untuk mendorong dan meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura. Dengan adanya kebijakan baru tersebut, kesejahteraan masyarakat Madura diharapkan juga dapat meningkat.

”Selain penggratisan saja tidak cukup, karena harus ada insentif untuk menarik industri dan investasi ke Madura. Tidak banyak pula yang dapat diharapkan oleh masyarakat Madura dari kebijakan penggratisan tol Suramadu,” tegas Guru Besar FEB Tjuk Kasturi Sukiadi.

Dia menambahkan, dengan ketersediaan lahan industri, pemahaman mengenai investasi dan kesadaran kepala daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya juga sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Madura. Karena itu, kepala daerah seharusnya saling berkoordinasi untuk mencari solusi pembangunan Madura.

Berdasar hasil penelitian Rizky Yuwono, Dosen UTM (Universitas Trunojoyo Madura), tidak ada dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Madura setelah diresmikannya Jembatan Suramadu. Pada penelitiannya, setelah Jembatan Suramadu beroperasi, Kabupaten Bangkalan justru mengalami ketertinggalan dari Kota Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo.

Sementara itu, Wakil Ketua III IKAFE (Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi) UNAIR Christ Susanto menambahkan bahwa perekonomian Madura dapat ditingkatkan dengan pengoptimalan potensi lokal daerah. Mengingat, pulau Madura memiliki banyak sekali potensi lokal daerah.

Misalnya, sapi Madura, buah mangga, garam, tembakau, dan potensi-potensi pariwisata di pulau Madura serta potensi lokal lainnya. ”Madura merupakan daerah tertinggal di Jawa Timur. Namun, potensi di Madura sangat luar biasa,” katanya.

”Jika Madura dapat berkembang dan mengoptimalkan potensi-potensi lokal yang dimiliki melalui Industri Kecil dan Menengah (IKM),” imbuh Rudi Purwono selaku wakil dekan I FEB UNAIR. (ita)

Jembatan Suramadu
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.