Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Wonoasri, Pusat Batik Alam Meru Betiri

Wonoasri, Pusat Batik Alam Meru Betiri

EKONOMI BISNIS redaksi03/08/2019 - 15:00 WIB

Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) bekerja sama dengan Universitas Jember berhasil memberdayakan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo sebagai Pusat Batik Warna Alam Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

Dengan pendanaan dari USAID, ICCTF telah menyalurkan pendanaan sejak 2017 hingga 2018 untuk program “Pengelolaan Area Rehabilitasi TNMB melalui Pembangunan Desain Plot Demonstrasi Menggunakan Penutupan Vegetasi Keberlanjutan”.

Tak hanya berhasil melakukan rehabilitasi dan meningkatkan produktivitas TNMB, program ini juga berhasil memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan klaster ekonomi kreatif berbasis pengetahuan dan potensi alam.

Salah satunya adalah Batik Meru Betiri, yang dikembangkan masyarakat Desa Wonoasri, dengan mengkombinasikan corak batik khas Meru Betiri dengan pewarna alami dari daun jati, biji pohon joho lawe, daun tanaman putri malu, hingga kulit kayu pohon jambal.

Kegiatan ini menjadi contoh yang baik dalam hal sustainability project, di mana kegiatan dapat terus berjalan bahkan semakin berkembang meskipun dukungan langsung dari ICCTF telah berakhir. Bahkan salah satu desa yang menjadi lokasi pelaksanaan proyek, yaitu Desa Wonoasri, berhasil mengembangkan klaster ekonomi kreatif berupa batik lokal khas Meru Betiri dengan warna alami.

“Saya mengapresiasi berbagai penelitian yang dilakukan Universitas Jember, salah satunya adalah kerja sama dan kolaborasi dalam mengelola kawasan TNMB ini. Rehabilitasi kawasan hutan lindung ini turut mendukung target penurunan emisi di Jawa Timur sebesar 6.221.572 ton CO2eq,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro usai meresmikan Desa Wonoasri sebagai Pusat Batik Meru Betiri, Rabu (31/7) di Gedung Rektorat Universitas Jember.

Pemberdayaan masyarakat sekitar TNMB terutama turut meningkatkan kapasitas SDM, manajemen, permodalan, dan akses kepada pasar. Penggunaan pewarna alam berasal dari akar dan batang tanaman mangrove, daun jati dan tumbuhan putri malu dan sebagainya.

Terdapat 13 motif batik yang bersumber dari kekayaan hayati TNMB baik flora maupun flora, misalnya motif samber elang, lembah padmosari, jejak matul, siput meru, botol cabe, rekahan rafflesia, pucuk cabe jawa, kuncup cabe, kepak elang, tapak asri, lebah meru, hingga alas meru.

Sejak awal 2018, terbentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang memanfaatkan kekayaan alam TNMB mulai dari batik warna alam, minuman herbal hingga camilan khas Desa Wonoasri.

Rektor Universitas Jember Moh. Hasan menjelaskan awalnya program rehabilitasi TNMB ini dilaksanakan dalam enam subprogram di antaranya penanaman tanaman ekonomi non kayu, peningkatan kesuburan dan daya sangga tanah, penilaian ekologi kawasan rehabilitasi, pembuatan hutan kolong dan pekarangan, perumusan kerjasama baru antara TNMB dengan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo sebagai daerah penyangga TNMB.

Fakta menunjukan banyak masyarakatDesa Wonoasri yang merantau dan menjadi buruh migran. Dengan mempertimbangkan aspek sosial, pertumbuhan ekonomi, serta lingkungan, para peneliti Universitas Jember memfasilitasi kelompok pembatik Kehati yang beranggotakan 46 orang untuk mendapatkan pelatihan membatik dengan pewarna alam yang berasal dari TNMB.

Menteri Bambang berharap apa yang dilakukan Kementerian PPN/Bappenas, ICCTF, USAID, dan Universitas Jember dalam upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca yang sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, dapat menjadi langkah awal dan contoh yang baik, yang dapat menginspirasi berbagaipihak untuk mereplikasi.

Kegiatan ini menjadi salah satu contoh konkret Pembangunan Rendah Karbon (PRK), di mana kegiatan yang dilakukan adalah rehabilitasi kawasan hutan sekunder, sekaligus melakukan aktivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dapat meningkatkan pendapatan serta kohesi sosial masyarakat setempat.

“Semoga dapat menginspirasi pemerintah daerahdengan mencantumkan kegiatan PRK dalam agenda dan dokumen perencanaannya sebagai bagian dari proses replikasi dan scaling up,” pungkas Menteri Bambang. (ist)

Bambang Brodjonegoro Bappenas Batik Meru Betiri
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.