Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Alat Dentolaser Biomodulasi untuk Akupunktur

Alat Dentolaser Biomodulasi untuk Akupunktur

TEKNOLOGI redaksi23/09/2019 - 14:00 WIB

Terapi akupunktur merupakan terapi yang dilakukan dengan merangsang titik-titik tertentu pada tubuh dengan memasukkan jarum tipis ke dalam kulit.

Sekarang ini, terapi akupunktur tidak hanya menggunakan jarum melainkan dengan alat elektrostimulator. Tetapi, tidak semua orang berani dengan jarum maupun dengan elektrostimulator.

Berawal dari itu, Dr Suryani Dyah Astuti MSi bersama dengan tim peneliti Universitas Airlangga (UNAIR) yakni Deny Arifianto SSi MT, pembuatan device dentolaser biomodulasi, dan Herdiani Nur Kusumawati STr MT untuk aplikasi secara in vivo dan klinis.

Alat tersebut termasuk dalam pengembangan dari dentolaser antimikroba. Meskipun namanya, Dentolaser tapi dapat digunakan untuk terapi pada organ lain.

“Terapi akupunktur umumnya menggunakan jarum atau elektrostimulator, akan tetapi tidak semua orang berani ditusuk menggunakan jarum atau dialiri arus listrik dengan elektrostimulator. Kalau menggunakan laser tidak terasa sakit dan tidak menakutkan sehingga bisa diaplikasikan pada anak-anak juga,” terangnya.

Dyah menjelaskan bahwa perbedaan varian dentolaser terdapat pada fungsinya dan panjang gelombang laser yang digunakan.

Untuk alat dentolaser antimikroba khusus untuk membunuh mikroba dengan panjang gelombang 405 nanometer (nm), sedangkan biomodulasi barada di panjang gelombang 650 nm – 980 nm yaitu spectrum merah sampai infra merah.

Sementara itu, fungsi dari varian dentolaser antimikroba untuk membunuh sel mikroba pada gigi dan mulut. Sedangkan untuk biomodulasi untuk memodulasi sel agar terjadi regenerasi.

“Jadi merah ya, pada spectrum 650 nm itu energi foton lebih rendah tapi kemampuan dia untuk penetrasi ke kulit lebih dalam. Nah misalkan titik-titik akupunktur yang akan dijangkau lebih dalam lagi kita menggunakan inframerah. Jadi Dentolaser biomodulasi untuk memodulasi sel supaya selnya tumbuh kembali. Kalau yang antimikroba untuk membunuh sel mikroba,” tuturnya.

Riset ini memiliki 2 tahap penelitian, yakni tahap in vitro (skala laboratorium) dan in vivo (skala aplikatif). Pada tahap in vivo, Dyah menuturkan bahwa uji coba dilakukan oleh salah satu alumni S2 Teknik Biomedis, Herdiani Nur Kusumawati STr MT dengan pembimbing Prof Dr Ir Suhariningsih dan Prof Dr Bambang Poernomo drh.

Uji coba pada tikus jenis mencit yang dikondisikan mengidap penyakit Parkinson atau gangguan motorik. Kemudian, diberikan paparan laser 650 nm pada titik akupunktur HT 7 (heart-7/Shen Men) pada meridian jantung. Pengambilan titik akupunktur pada meridian jantung karena fungsinya yang mampu melancarkan pembuluh darah.

Pada saat itu, paparan laser pada mencit diberi variasi waktu dengan variasi waktu, hasil yang terbaik berkisar 50 detik dengan daya laser 15,42 mW.

“Berdasarkan hasil akhir terapi pada 50 detik menghasilkan penambahan jumlah neuron terbanyak. Saya melakukan terapi 14 hari berturut-turut, kemudian kita buka otaknya untuk dihitung jumlah neuronnya,” terangnya.

Selain itu, juga telah dilakukan uji coba pada mencit model diabetes dan kerusakan ginjal, yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel pulau Langerhans pancreas dan ginjal.

Dengan begitu, penggunaaan dentolaser biomodulasi tersebut tidak menutup kemungkinan untuk diaplikasikan pada penyakit-penyakit akut seperti pasca operasis dan sebagainya. Dengan dosis optimal rata-rata sebesar 1 joule dengan rata-rata terapi sekitar 60 detik.

Menurut Dyah, penggunaan atau pengaplikasian dentolaser biomodulasi tersebut sangatlah mudah. Yakni, untuk penyakit akut diaplikasikan langsung pada lukanya. Sedangkan untuk akupunktur ada dua cara.

Pada terapi akupunktur, untuk cara pertama jika yang dirasakan nyeri maka di ambil di titik lokal yaitu pada lokasi nyeri tersebut. yang disebut Ashi point.

Sementara, untuk terapi akupunktur pada organ dalam seperti contoh pada otak yaitu diambil di titik pada jantung karena adanya jalur organ yang terhubung ke otak serta fungsinya yang menguasai pembuluh darah.

“Jadi gitu kalau terapi akupunktur tidak harus tepat di organnya. Tapi ada meridian yang menghubungkan titik akupunktur dari organ yang bersangkutan,” ungkapnya.

Riset dentolaser biomodulasi itu telah bekerja sama dengan industri dan pengguna. Kerja sama pengguna yakni dengan akupunkturis ataupun dengan dokter spesialis akupunktur, dan industri dengan PT Sarandi.

Dengan adanya riset tersebut, Dyah berharap Dentolaser Biomodulasi bermanfaat untuk membantu penyembuhan penyakit secara non invasive, aman, dengan harga terjangkau. (ita)

Akupuntur Dentolaser Biomodulasi Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan

17/07/2026 - 17:18 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Kuatkan Tekad, Siswi Ini Rela Tempuh Perjalanan Udara Demi Masuk FK UNAIR

27/06/2026 - 18:36 WIB

Demi Mimpi Masuk FK UNAIR, Siswa SMA Ini Rela Tinggalkan Kursi Kuliah yang Sudah Diraih

26/06/2026 - 17:33 WIB

Tembus 6.335 Pendaftar, Mandiri UNAIR Jadi Pilihan Ribuan Calon Mahasiswa

26/06/2026 - 17:24 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.