Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Ajak PMII Hadapi Tantangan Global

Ajak PMII Hadapi Tantangan Global

KOMUNITAS redaksi27/08/2022 - 14:00 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk terus berinovasi dan improvisasi serta sinergi menghadapi berbagai tantangan dinamika global.

Khususnya terhadap ancaman krisis energi, krisis pangan, dan krisis keuangan yang berdampak pada inflasi yang cukup tinggi di beberapa negara.

Menurutnya sudah menjadi keharusan bagi pemuda untuk ikut bersama-sama memiliki bekal dan kesiapan menghadapi tantangan global ini.

Oleh karena itu ia berpesan kepada mereka agar jangan pesimis menghadapi tantangan ini tapi membangun optimisme dan terus menggali potensi diri dengan melakukan banyak inovasi dan improvisasi serta sinergi.

“Mari kita lakukan pemetaan seberapa banyak kita punya potensi baik itu SDA maupun SDM untuk bisa memberikan penguatan di sektor pangan, sektor energi maupun sektor keuangan,” ajaknya.

Hal itu disampaikannya usai mengahadiri Sarasehan Pergerakan Bersama Gubernur Jawa Timur dengan tema “Pembangunan dan Demokrasi dalam Harmoni Pergerakan”. Penyelenggara PKC PMII Jawa Timur di Pendopo Banyuwangi, Selasa (23/08).

Khofifah mengungkapkan, prediksi tentang krisis energi telah disampaikan oleh Gus Dur sejak menjabat sebagai Presiden pada tahun 2000. Artinya krisis energi ini telah lama diprediksi dan upaya konversi energi dari fosil ke energi baru terbarukan harus terus diupayakan.

“Inovasi menjadi penting, karena itu adanya BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) membuat inovasi-inovasi untuk mengkonversi energi dari fosil harus terus dilakukan. Dan kita memiliki kemampuan untuk itu,”pungkasnya.

Orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan, inovasi penting dilakukan sebagai bentuk upaya untuk menghadapi dinamika global. Karena ia menilai demokrasi dan pergerakan dunia saat ini sangat dinamis, bahkan di beberapa titik cukup interaktif.

“Oleh karena itu eling lan waspodo (Ingat dan waspada) itu bahasanya Pak Presiden, itu juga yang sebenarnya saya ingin breakdown lebih detail agar terukur,” Katanya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa SDM dan SDA yang dimiliki harus kembali dipetakan serta diidentifikasi. Termasuk berbagai energi potensial seperti hydropower maupun sumber daya alam lainnya.

“Bagaimana kita mengkonversi dari energi berbasis fosil ke energi terbarukan, Apakah berbasis air kita punya seperti hydropower, ini potensi yang luar biasa,” jelasnya.

Mantan Menteri Sosial RI ini menerangkan, PMII dan para pemuda Jawa Timur bisa memulai inovasinya dengan mencari sektor yang sesuai dengan passion mereka. Lalu mengambil peran didalamnya.

“Identifikasi saja, jadi mereka yang mungkin ada passion atau mungkin memang jadi basisnya di sektor pangan ya mereka akan menyiapkan diri di sektor itu,” terangnya.

Tak hanya itu, Khofifah juga mengajak para aktivis tersebut memiliki pemikiran terbuka dan tidak merasa bahwa dirinya adalah seseorang yang ‘paling’ diantara semuanya.

“Karena kalau sudah merasa dirinya ‘paling’ maka sesungguhnya kalian sedang berada di titik sebaliknya,” tegasnya. (ita)

Khofifah Ajak PMII Hadapi Tantangan Global
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.