Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Keren, UMKM Ini Pekerjakan Disabilitas

Keren, UMKM Ini Pekerjakan Disabilitas

KOMUNITAS redaksi01/11/2022 - 18:00 WIB

Sebanyak 13 penyandang disabilitas menandatangi kontrak kerja di Arsyadina, usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang konveksi. Penandatanganan dilakukan di workshop Arsyadina di Simo Sidomulyo V/5 Surabaya, Selasa (01/11).

13 penyandang disabilitas sebelumnya menjalani masa training atau magang selama hampir dua bulan. Dalam proses itu, Arsyadina dibantu dua orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan mereka saat bekerja.

“Karena terbukti sudah bisa menjalankan pekerjaan yang instruksi, akhirnya kita kontrak mereka selama setahun,” kata M Arif Sayfuddin, owner Arsyadina.

Selain meneken surat kontrak kerja, mereka juga menerima buku tabungan Bank BRI. Berikut seperangkat seragam kerja berupa kemeja dan kaos.

Arief menceritakan, 13 penyandang disabilitas tersebut sebelumnya melamar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya. Disnaker kemudian menyalurkan ke beberapa perusahaan dan pelaku usaha yang membutuhkan, salah satunya Arsyadina.

Kata dia, ada 26 orang bekerja di Arsyadina 13 orang diantaranya penyandang disabilitas. “Ada 8 orang lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Mulia Surabaya. Lima lainnya dari SLB lain,” urai pria kelahiran Surabaya, 25 Januari 1989 ini.

Para penyandang disabilitas itu, imbuh Arif, ditempatkan di divisi sesuai ketrampilan yang dimiliki. Ada di bagian memotong, menjahit, dan cleaning service.

Arsyadina didirikan pasangan suami istri M Arif Sayfuddin dan Muta’alliqu Rusydina. Mereka mulai merintis usaha sejak tahun 2012. “Dulu, kami CMT atau orang biasa menyebut maklun. Hanya memotong bahan hingga siap dijahit. Termasuk pengukuran kain serta pemberian nomor,” terang Arif.

Awal merintis bisnis konveksi, Arif bersama istrinya keliling menawarkan jasa ke teman-temannya. Juga beberapa orang yang dikenal. Dia sengaja tidak memasang iklan karena biayanya mahal.

“Tahun 2013, kami mendapatkan order mengerjakan produk fashion beberapa brand-brand ternama,” kata Muta’alliqu Rusydina.

Ketika pandemi Covid-19, Arsyadina sempat mengerjakan hazmart dan masker pesanan Pemkot Surabaya dan beberapa perusahaan swasta di Surabaya.

“Jumlahnya cukup banyak. Ribuan per minggunya. Yang jadi tantangan deadline-nya mepet-mepet. Alhamdulillah bisa terpenuhi,” tutur Mita, panggilan karib Muta’alliqu Rusydina.

Mita menambahkan, pihaknya tidak mengalami hambatan besar mempekerjakan penyandang disabilitas. Karena mereka punya semangat dan kemauan keras bekerja.
Apalagi kalau ada hal-hal baru yang sebelumnya belum mereka ketahui. “Saya senang mereka kerasan, kami seperti keluarga baru,” ungkap Mita.

Hingga kini, Arsyadina mengerjakan baju dan seragam dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya, antara Dinas Perdagangan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata, Dinas Kesehatan dan PDAM Surya Sembada. Juga ada beberapa order perusahaan swasta, salah satunya PT Telkom. (ita)

Arsyadina UMKM Ini Pekerjakan 13 Disabilitas
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.