Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»UMKM Sidoarjo Terangkat Berkat Lapak Ganjar

UMKM Sidoarjo Terangkat Berkat Lapak Ganjar

EKONOMI BISNIS redaksi13/12/2022 - 15:00 WIB

Upaya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memajukan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui program Lapak Ganjar, tidak hanya berdampak pada pelaku usaha di provinsinya. Tapi juga berhasil mengangkat dan membangkitkan UMKM dari provinsi lain.

Di antara yang berhasil bangkit adalah Dian Art, yang bertempat produksi di Perum Bumi Suko Indah BB/04, Salam, Desa Suko, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Usaha yang bergerak dalam pembuatan kerajinan tas ini mengalami perkembangan, seusai ikut program Lapak Ganjar. Mulai dari perkembangan omzet hingga sekitar 40 persen, sampai meluasnya pasar.

Pemilik usaha Dian Art, Rr Tiwung Dyan Ekawati, mengaku, usahanya terbantu berkat keikutsertaannya pada program Lapak Ganjar. Dia tak menyangka jika dampak yang diterima membantu pelaku UMKM. Mulanya, dia merupakan pengikut (follower) Instagram @Ganjar-Pranowo yang merupakan akun pribadi gubernur. Saat itu, Lapak Ganjar tengah memasuki promosi edisi tas.

“Jadi yang mungkin dari tas hanya sambilan, yang tadinya satu minggu, dua (laku). Ini hampir setiap hari. Bertambahlah dengan ikut di Lapak Ganjar. Untuk omzet ada tambahan sekitar 30-40 persen” kata Dyan ditemui di tempat usahanya di Sidoarjo, beberapa hari lalu.

Menurut perempuan yang bertahun-tahun menjadi pengusaha ini, usahanya juga makin dikenal usai ikut Lapak Ganjar. Untuk pemasaran tas ini misalnya, semula pasarnya hanya lokal seperti Surabaya, dan Jakarta. Namun saat ini, pangsa pasarnya kian berkembang, seperti sampai melakukan pameran ke luar pulau di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Pangsa pasarnya sampai ke luar pulau. Ada yang beli orang Singapura juga. Karena pameran di Batam,.dengan Singapura juga dekat. Diborong sama orang Singapura. Juga pernah dibeli dari Belanda,” bebernya.

Selain itu, dia juga bisa membuka lapangan pekerjaan seiring berkembangnya usaha. Terutama, bagi mereka yang membutuhkan. Saat ini, Dyan telah mengajak tetangga hingga saudaranya untuk bersama membantunya. Total saat ini ada lima orang ikut bekerja.

Dia menilai, berdasarkan pengalaman seusai ikut Lapak Ganjar, yang memang berdampak pada usahanya. Maka Dyan berharap, agar program Lapak Ganjar tetap berlanjut, supaya semakin banyak UMKM yang bisa merasakan manfaatnya.

“Dengan adanya program Lapak Ganjar, banyak menambah income atau ada tambahan. Sebaiknya, Lapak Ganjar memang diteruskan, karena bisa membantu. Bisa menambah omzet. Jadi tolong, Lapak Ganjar ini jangan berhenti,” harap Dyan.

Dyan menjelaskan sekilas tas kerajinannya, yaitu terbuat dari berbagai bahan, antara lain dari enceng gondok, serat nanas, hingga rotan. Kemudian, dia mengkreasikannya, mengolaborasikan dengan bahan lainnya.

Misalnya, tas dari bahan enceng gondok, supaya dapat memiliki nilai jual yang tinggi, dia berikan hiasan supaya bisa menambah nilai jual dan lebih estetik.

“Orang biasanya kalau beli tas rajutan kan biasa saja. Punya saya, saya kreasikan serat nanas, manik-manik, kristal supaya lebih kuat. Lebih ada keetnikannya. Tidak ada yang sama. Orang beli, bangga. Tidak ada yang nyamain,” jelasnya. (hms)

UMKM Sidoarjo Terangkat Berkat Lapak Ganjar
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.