Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Emil: Kita Butuh Penerus Gus Dur

Emil: Kita Butuh Penerus Gus Dur

KOMUNITAS redaksi20/12/2022 - 15:00 WIB

Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur, memang sudah meninggal dunia lebih dari satu dekade lalu. Namun, warisan keilmuannya tetap abadi hingga kini.

Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, Indonesia membutuhkan para penerus Gus Dur di generasi selanjutnya. Pasalnya, pemikiran tokoh Muslim yang juga mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama itu telah banyak memecahkan berbagai persoalan serius di masyarakat.

“Tentu saja kita sangat memerlukan penerus-penerus Gus Dur untuk generasi selanjutnya, karena kita memang butuh buah pemikiran seperti beliau,” ujar wagub yang akrab disapa Emil itu saat menghadiri Haul Gus Dur ke-13 di Jl. Warung Silah no. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12).

Emil menerangkan, di Amerika saat ini sedang ada dialektika mengenai definisi political correctness. Di mana, sesuatu yang secara positif terkesan baik atau terkesan betul, akhirnya malah membuat manusia menjadi permisif terhadap hal-hal yang merusak sendi-sendi nilai di tengah masyarakat.

“Jadi misalnya saya tidak mau menyentuh isu tertentu karena itu sensitif. Padahal pendiaman terhadap isu yang bisa mengganggu, seperti toleransi beragama, nantinya akan menjadi benih-benih yang tumbuh subur yang kemudian melaju menciptakan friksi yang lebih besar lagi,” jelasnya.

Itulah mengapa, tema Haul yang mengangkat tentang “Pembaharuan NU” dianggapnya penting. Sebab, pembaharuan dapat menciptakan SDM yang jauh lebih berkualitas dengan warisan keilmuan yang ditinggalkan Gus Dur.

“Setiap dari kita terus berusaha melakukan perubahan berkelanjutan yang baik. Dalam konteks pemerintah, maupun saya sebagai warga NU yang punya pengalaman bersama-sama dengan NU di komunitas muda maupun sebagai pembina Anshor, optimis bahwa dengan semangat yang diusung ini bisa membuat NU kiprahnya semakin luas untuk menjawab segala tantangan bangsa-bangsa,” ungkapnya.

Lebih jauh, mantan Bupati Trenggalek itu mengakui bahwa Indonesia memang membutuhkan ulama dan tokoh agama untuk terus memastikan adanya generasi mulia dengan nilai moral yang tinggi.

“Kita memang perlu guidance dari para ulama. Karena dengan perkembangan digital, fenomena global, nilai-nilai transnasional yang juga menguji keutuhan sebagai bangsa, maka kita harus kembali kepada bimbingan para ulama. Yang kita juga tahu mereka mengantarkan bangsa ini kepada kemerdekaannya dulu,” pungkas Emil. (ita)

Emil: Kita Butuh Penerus Gus Dur
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.