Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Profesor Pertama PWK ITS

Profesor Pertama PWK ITS

KOMUNITAS redaksi04/01/2024 - 15:00 WIB

Kesiapan kota dalam menghadapi bencana merupakan salah satu faktor kunci penentu keberlanjutan sebuah kota. Oleh karena itu, Profesor ke-189 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Adjie Pamungkas ST MDev Plg PhD mencetuskan model perencanaan berbasis risiko dalam membangun ketahanan kota terhadap bencana.

Guru Besar pertama dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS ini mengatakan, gagasan ini muncul setelah bencana tsunami menghantam Aceh pada 2004 lalu. Salah satu bencana terbesar di Indonesia itu menyadarkannya bahwa parameter bencana masih diabaikan dalam proses perencanaan wilayah dan kota. “Padahal, dampaknya tidak saja mengganggu kenyamanan, tapi juga rasa aman,” tandas Adjie mengingatkan.

Dalam penerapan model perencanaan berbasis risiko, menurut Adjie, langkah pertama yang dilakukan adalah menambahkan unsur kebencanaan secara spesifik pada setiap bagian materi rencana tata ruang. Di antara unsur tersebut adalah penggunaan data dan analisis bencana yang komprehensif, penentuan kebijakan pro ketahanan kota, hingga penyediaan infrastruktur pengurangan risiko dan infrastruktur kedaruratan.

Lulusan University of Queensland, Australia ini menyebutkan salah satu penerapan kebijakan yang pro ketahanan kota. Wujudnya dapat berupa regulasi mengenai utilitas pendukung bangunan kompleks untuk membantu bangunan sederhana melewati masa kedaruratan. “Implementasinya bisa dengan penambahan volume cadangan air pada gedung hotel, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar saat kondisi darurat,” tuturnya.

Lebih lanjut, infrastruktur pengurangan risiko dan infrastruktur kedaruratan yang berhasil Adjie kembangkan adalah Sistem Informasi Darurat Gempa (SIGAP). Situs ini dapat mendeteksi sumber infrastruktur kedaruratan, memonitor kondisi, ketersediaan, dan proses perpindahan dari sumber penyedia menuju korban bencana. “Dengan demikian, proses penyediaan infrastruktur kedaruratan menjadi lebih efektif dan efisien,” tambahnya.

Setelah merencanakan kota dengan sistem dan perencanaan berbasis risiko yang baik, langkah selanjutnya adalah menyiapkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Pemahaman masyarakat terhadap bencana dapat ditingkatkan melalui pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan penanganan kebencanaan. Dalam hal ini, pemerintah wajib memprioritaskan kelompok yang rentan saat terjadi bencana, salah satunya penyandang disabilitas.

Berangkat dari gagasan tersebut, Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS melakukan simulasi evaluasi gempa menggunakan jalur evakuasi inklusif di Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB) di Keputih, Surabaya.

Proyek tim Puslit MKPI ITS yang berada di bawah pimpinan Adjie ini juga menghadirkan peta Evakuasi Raba Berbicara (Evari) untuk mempermudah pembelajaran evakuasi gempa bumi bagi orang disabilitas netra melalui table top exercise.

Terakhir, mantan Kepala Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS ini menyampaikan harapan dalam orasi ilmiahnya yang dibacakan saat pengukuhannya sebagai profesor di ITS.

Sebagai seorang akademisi sekaligus praktisi di bidang perencanaan, hasil riset yang telah dilakukan harus bisa ditransformasikan ke dalam kebijakan, regulasi, maupun praktik yang berlaku di lapangan. “Dengan demikian, kota-kota di Indonesia akan memiliki ketahanan dan keberlanjutan,” pungkasnya. (ita)

Prof Adjie Pamungkas
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.